Dark/Light Mode

Kabel Listrik Terputus Berbentuk Serabut, Blackout Sumatera Bukan Sabotase

Selasa, 26 Mei 2026 08:00 WIB
Bareskrim Polri dan perwakilan PLN menunjukkan kabel transmisi yang terputus dalam peristiwa blackout Sumatera di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Dok. Humas Polri)
Bareskrim Polri dan perwakilan PLN menunjukkan kabel transmisi yang terputus dalam peristiwa blackout Sumatera di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Dok. Humas Polri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kejadian padam listrik massal (blackout) yang melanda sebagian wilayah Sumatera dipastikan bukan akibat sabotase. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan gangguan terjadi murni karena faktor teknis dan cuaca ekstrem. Hal ini terlihat dari kabel transmisi yang putus berbentuk serabut.

Temuan itu berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Bareskrim Polri. Fokus investigasi berada di titik gangguan Sambungan Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan, tim gabungan menemukan kabel transmisi putus di lokasi kejadian. Putusnya jaringan diduga dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik hingga memicu trip pembangkit secara berantai. 

Baca juga : Dipimpin Dasco, 10 Menteri Hadir

“Bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem yang menyebabkan gangguan," kata Nunung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). 

Menurut Nunung, gangguan tersebut menyebabkan sistem interkoneksi listrik Sumatera terganggu dan berdampak pada padam listrik di sejumlah wilayah. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga sebagian Sumatera Selatan. 

Tim penyidik yang turun langsung ke lokasi juga memastikan pola kerusakan kabel tidak menunjukkan adanya unsur kesengajaan. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi fisik tower transmisi secara umum masih baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur. 

Baca juga : AS & Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

“Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Bentuknya lebih seperti serabut. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongannya lebih rapi,” ujar Nunung. 

Keterangan warga di sekitar lokasi turut menguatkan dugaan gangguan akibat faktor cuaca. Sejumlah saksi mengaku mendengar suara ledakan sesaat sebelum listrik padam dan melihat adanya kabel putus. 

“Bagian kabel transmisi yang mengalami putus telah diamankan dan saat ini berada dalam penanganan Puslabfor Polri guna dilakukan pemeriksaan laboratorium dan analisis lebih lanjut,” lanjut Nunung. 

Baca juga : Berjuta Munajat Terpanjat Di Padang Arafah

Tim Puslabfor Polri kini mendalami penyebab teknis putusnya jaringan listrik tersebut. Menurut Nunung, terdapat tiga kemungkinan penyebab utama. 

"Antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem," jelasnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.