Dark/Light Mode

Pakar ITB Nilai Cuaca Berperan Besar dalam Blackout Sumatera

Jumat, 29 Mei 2026 13:28 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Faktor cuaca dinilai berpotensi menjadi salah satu pemicu pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di Sumatera.

Tekanan mekanis akibat angin kencang pada jaringan transmisi, khususnya di area sambungan kabel, disebut dapat memengaruhi keandalan sistem kelistrikan.

Pengamat sistem tenaga listrik Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ir. Djoko Darwanto, mengatakan karakteristik gangguan yang terjadi mengarah pada tekanan mekanis di titik sambungan konduktor transmisi atau mid span jointing.

“Kalau melihat pola gangguan yang disampaikan dan titik kerusakannya berada di sambungan kabel, maka faktor cuaca sangat mungkin berkontribusi dalam peristiwa ini,” ujarnya.

Sebelumnya, hasil investigasi awal gabungan Bareskrim Polri, Puslabfor, dan PLN mengungkap tiga kemungkinan penyebab putusnya kabel transmisi, yakni stres termal akibat cuaca, faktor pada area sambungan kabel, serta tekanan mekanis akibat beban dan pengaruh angin.

Baca juga : Hampir 100 Persen Penghuni Puas Dengan Brooklyn Alam Sutera

Menurut Djoko, kondisi cuaca yang dirasakan masyarakat di permukaan tanah belum tentu menggambarkan kondisi di ketinggian konduktor transmisi.

Pada ketinggian tersebut, kecepatan angin bisa jauh lebih besar dan memicu osilasi atau getaran kabel secara terus-menerus.

“Di bawah mungkin terasa tidak ekstrem, tetapi di area konduktor, angin bisa cukup kuat untuk menyebabkan kabel bergerak dan saling menarik. Kondisi itu dapat memunculkan tekanan berulang pada kabel,” katanya.

Ia menjelaskan, pergerakan berulang akibat terpaan angin dapat meningkatkan tekanan pada area sambungan kabel, terutama ketika sistem sedang menanggung beban tinggi.

Terlebih, titik kerusakan diketahui berada pada area mid span jointing, yaitu sambungan di tengah bentangan kabel transmisi yang berfungsi menyatukan dua konduktor menggunakan metode dan pelindung khusus.

Baca juga : Kabel Listrik Terputus Berbentuk Serabut, Blackout Sumatera Bukan Sabotase

Menurut Djoko, area sambungan merupakan salah satu titik yang paling diperhatikan dalam sistem transmisi karena menerima kombinasi pengaruh getaran, perubahan temperatur, dan distribusi tekanan saat kabel bergerak akibat angin.

“Pada area sambungan, distribusi tekanannya berbeda dibanding bagian kabel utuh. Karena itu area ini menjadi salah satu titik yang paling diperhatikan dalam sistem transmisi,” ujarnya.

Ia juga menilai hasil inspeksi thermal sebelumnya yang menunjukkan kondisi kabel masih normal tidak serta-merta bertentangan dengan terjadinya blackout.

Menurutnya, gangguan yang dipicu kombinasi cuaca, getaran, dan tekanan mekanis tidak selalu memunculkan indikasi awal yang mudah terdeteksi, termasuk melalui inspeksi thermal rutin menggunakan drone.

“Kalau sebelumnya hasil drone thermal menunjukkan normal, itu masih sangat mungkin terjadi. Ada kondisi tertentu yang baru muncul ketika sistem sedang menerima tekanan saat operasi berlangsung,” tuturnya.

Baca juga : Teknologi Black Mode Kawal Pasokan BBM

Dalam konferensi pers hasil investigasi, aparat juga memperlihatkan potongan kabel yang dijadikan sampel barang bukti untuk pengujian laboratorium. Sampel tersebut diambil dari titik kabel yang mengalami kerusakan guna dianalisis lebih lanjut.

Djoko menambahkan, dalam sistem interkoneksi besar seperti Sumatra, gangguan pada satu jalur transmisi strategis dapat berkembang cepat menjadi gangguan berantai.

Hal itu terjadi karena pembangkit listrik secara otomatis akan melepaskan diri dari sistem ketika frekuensi jaringan turun drastis guna melindungi peralatan.

“Begitu frekuensi terganggu, proteksi bekerja otomatis dan pembangkit bisa trip berantai,” ujarnya.

Menurutnya, mekanisme proteksi tersebut merupakan standar dalam sistem ketenagalistrikan untuk menjaga pembangkit dan jaringan dari risiko kerusakan yang lebih besar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.