Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
DEN: Kehati-hatian Jadi Kunci Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatera
Selasa, 26 Mei 2026 13:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatera pasca gangguan transmisi interkoneksi dinilai perlu dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian untuk menjaga stabilitas sistem hingga pasokan listrik kembali normal.
Dengan cakupan jaringan interkoneksi yang membentang ribuan kilometer dan melibatkan banyak pembangkit serta jaringan transmisi, pemulihan yang berlangsung dalam waktu relatif cepat dinilai menunjukkan penanganan yang cukup baik.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M. Kholid Syeirazi, mengatakan pemulihan sistem kelistrikan berskala besar tidak dapat dilakukan secara instan karena seluruh komponen harus kembali tersinkronisasi secara stabil.
“Pemulihan sistem kelistrikan skala besar memang harus dilakukan penuh kehati-hatian. Yang dikejar bukan sekadar cepat menyala, tetapi memastikan sistem kembali normal secara aman dan andal,” ujar Kholid.
Baca juga : DPR Apresiasi Langkah Cepat PLN Pulihkan Listrik di Sumatera
Ia menjelaskan, dalam sistem interkoneksi, kestabilan frekuensi menjadi indikator utama keseimbangan antara daya pembangkitan dan beban pelanggan.
Ketika terjadi gangguan besar dan sejumlah pembangkit terlepas dari sistem, frekuensi dapat turun drastis dan memicu gangguan berantai.
“Kalau recovery dilakukan terlalu cepat tanpa sinkronisasi yang tepat, risikonya frekuensi kembali turun dan memicu pembangkit lepas lagi dari sistem. Itu yang harus dihindari,” jelasnya.
Karena itu, proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan terukur agar sinkronisasi antar-pembangkit tetap terjaga, baik dari sisi frekuensi, tegangan, maupun sudut fasa sistem.
Baca juga : PLN dan Polri Perkuat Sinergi Ketenagalistrikan di Bekasi
Menurut Kholid, ketidakseimbangan antara pasokan dan beban akibat pemulihan yang terlalu agresif dapat memicu blackout susulan maupun gangguan pada peralatan pembangkit dan transmisi.
“Dalam sistem interkoneksi sebesar Sumatra, stabilitas sistem menjadi prioritas utama. Recovery bertahap justru diperlukan agar sistem benar-benar pulih secara aman,” katanya.
Kholid menambahkan, pembangkit termal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih panjang dalam proses pemulihan karena harus melewati sejumlah tahapan teknis.
Mulai dari pemanasan boiler, pembentukan tekanan uap, sinkronisasi frekuensi, hingga stabilisasi beban sebelum dapat beroperasi penuh.
Baca juga : INDEF: Recovery Bertahap Jadi Kunci Pemulihan Blackout Sistem Interkoneksi
“PLTU memang tidak bisa serentak masuk kembali ke sistem. Ada tahapan teknis yang harus dijalankan agar unit pembangkit tetap aman dan tidak mengalami gangguan saat sinkronisasi,” ujarnya.
Ia menilai,.proses pemulihan yang berhasil mengembalikan sistem kelistrikan Sumatra ke kondisi normal menunjukkan penanganan dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur pada sistem interkoneksi berskala besar.
“Dalam penanganan gangguan sistem interkoneksi, kehati-hatian dan tahapan recovery yang terukur menjadi faktor utama agar pemulihan berjalan stabil dan tidak memicu blackout susulan. Saya melihat proses pemulihan yang dilakukan sudah cukup baik sehingga sistem bisa kembali normal dengan aman,” tutupnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya