Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bantah ‘Atur’ Hak Angket DPRD Kaltim
Seno Aji: Saya Bukan Dalang, Saya Wagub
Sabtu, 30 Mei 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji menyampaikan bantahan atas tudingan yang berkembang di media sosial. Menurut dia, narasi yang menyebut dirinya sebagai pengatur atau otak di balik hak angket terhadap Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, tak memiliki dasar yang kuat.
Seno menjelaskan, sejak isu hak angket ramai diperbincangkan, berbagai tudingan diarahkan kepadanya. Utamanya, setelah hak angket resmi masuk dalam agenda rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim.
“Saya mengetahui (upaya framing sebagai otak Hak Angket DPRD Kaltim) dari informasi yang beredar di media sosial. Saya pastikan informasi itu tidak benar. Saya bukan dalang, saya wagub,” kata Seno kepada wartawan, dikutip Jumat (30/5/2026).
Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, tuduhan yang diarahkan kepadanya muncul lantaran dirinya berstatus sebagai wagub. Hak angket, lanjut dia, berada di wilayah kerja DPRD sebagai lembaga legislatif, serta tidak memiliki kaitan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov).
“Karena posisi saya sebagai wagub, saya dituding demikian? Ini cocokologi politik. Terlalu hebat kalau saya bisa mengatur itu (hak angket). Saya juga tidak mau situasi ini,” tegasnya.
Baca juga : Digitalisasi & AI, Mesin Baru Bisnis Pertamina
Seno juga menyoroti pola penyebaran informasi di berbagai platform digital yang memiliki kesamaan narasi, dan tidak menghadirkan klarifikasi dari pihak yang dituding. Menurut dia, hanya sebagian kecil media yang berupaya melakukan konfirmasi, sebelum informasi berkembang luas di ruang publik.
“Narasi yang dibangun, hanpir seluruhnya sama. Isu itu terus dinaikkan, tanpa ada keterangan dari saya ataupun penjelasan logis kenapa tudingan itu diarahkan ke saya,” sesalnya.
Lebih lanjut, Seno mengatakan, dirinya juga dirugikan dengan dinamika sosial dan politik yang sedang terjadi. Dia memastikan, dirinya tak mempunyai kendali atas dinamika yang terjadi di DPRD Kaltim.
“Kalau saya bisa mengatur semua itu, mungkin saya sudah diminta Trump untuk jadi konsultan politiknya,” kelakarnya.
Meski mengaku dirugikan secara nama baik, Seno mengaku belum berniat membawa persoalan itu ke ranah hukum. Dia memilih menyikapi polemik itu secara santai dan lebih banyak introspeksi diri. “Mudah-mudahan pihak-pihak yang menyebarkan isu itu bisa diberikan hidayah,” imbuhnya.
Baca juga : Pemerintah Cetak SDM Manufaktur Berdaya Saing
Selain meluruskan isu hak angket, mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu juga meluruskan tentang beredarnya foto viral, yang memperlihatkan dirinya bersama sejumlah pihak penginisiasi aksi demonstrasi. Menurutnya, foto tersebut merupakan dokumentasi lama yang dipakai ulang untuk membangun narasi baru.
Seno menjelaskan, foto tersebut diambil sekitar enam hingga tujuh bulan lalu, saat dirinya menerima audiensi terkait Rumah Sakit Islam di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim. Menurut dia, pertemuan itu berlangsung sekitar 30 menit dan telah dilaporkan kepada Gubernur Rudy Mas’ud sebagai bentuk koordinasi pemerintahan.
“Besoknya, saya sampaikan agenda pertemuan itu ke Pak Gubernur,” tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi meminta publik tak tergiring isu yang ingin menjadikan hak angket DPRD sebagai perwujudan konflik antara Gubernur dan Wagub Kaltim. Dia memastikan, hubungan Rudy Mas’ud dan Seno Aji tetap harmonis dan berjalan baik.
“Pak Wakil Gubernur dan Pak Gubernur masih sejalan, masih bergandengan tangan dan bekerja sama dalam membangun Kalimantan Timur,” ujarnya.
Baca juga : Pedagang Taman Puring Jualan Di Tengah Puing
Reza memastikan proses hak angket tetap berjalan sesuai mekanisme kelembagaan DPRD. Dia meminta, publik tak membangun opini yang memperkeruh situasi politik daerah, karena Kaltim merupakan daerah strategis penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Jangan ada opini versus to versus ke mereka berdua. Kita harap suasana di Kaltim tetap kondusif, aman, dan pembangunan bisa berjalan baik,” harapnya.
Humas Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Lukman Nil Hakim, juga membantah tudingan aksi demonstrasi yang mendorong hak angket merupakan gerakan pesanan politik. Dia mengungkapkan, foto viral bersama Seno Aji merupakan dokumentasi lama agenda silaturahmi internal LSM JAGA Kaltim pada 8 Desember 2025.
“Kami ingin meluruskan kabar tentang kami bertemu Wakil Gubernur sebelum demo, itu bohong atau hoaks. Tudingan di video itu tidak punya dasar, karena memakai foto lama yang sengaja disebarkan lagi,” tegasnya.
Lukman memastikan, seluruh aksi dan orasi yang berlangsung lahir dari aspirasi masyarakat, dan tanpa campur tangan pejabat daerah mana pun. “Tak ada titipan atau setingan dari pejabat mana pun,” pungkasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya