Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sambut Baik Kepala BGN Baru, Yahya Zaini Optimistis Tembus Target Zero Accident
Rabu, 3 Juni 2026 09:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Pergantian kepemimpinan ini dinilai sebagai momentum krusial untuk membenahi kinerja BGN, mengingat badan ini mengelola salah satu program prioritas nasional paling strategis, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya memandang pergantian Kepala BGN oleh Nanik S. Deyang sebagai figur yang sangat tepat untuk menakhodai BGN. Pengalamannya yang intensif dalam melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah membuatnya sangat memahami seluk-beluk, dinamika, serta hambatan riil yang dihadapi program MBG di tingkat tapak selama ini," ujar Wakil Ketua Komisi IX Yahya Zaini di komplek DPR RI, Senayan, Rabu (3/6/2026).
Kendati demikian, kata Yahya, tugas berat sudah menanti Kepala BGN yang baru. Untuk memastikan program prioritas ini berjalan efektif dan berdampak nyata bagi pemenuhan gizi masyarakat, terdapat tiga tantangan utama yang mendesak untuk segera dibenahi.
Baca juga : Cairkan Klaim Rp227 Miliar, MSIG Life Optimistis Pertumbuhan Berkelanjutan
"Yang pertama, perbaikan tata kelola anggaran dan operasional merupakan substansi mendasar yang perlu diperbaiki adalah transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan serta manajemen distribusi. Mengingat program MBG menyerap anggaran negara yang sangat besar, akurasi data penerima manfaat dan efisiensi rantai pasok (supply chain) dari pusat hingga ke daerah harus dipastikan bebas dari kebocoran," tegas Yahya.
Ia menambahkan, faktor kedua yang perlu dibenahi adalah penegakan disiplin dan standardisasi ketat. Menurutnya, BGN yang harus memperketat implementasi Standard Operating Procedure (SOP) di setiap unit penyedia makanan. Pengawasan berkala tidak boleh kendor.
"Belajar dari beberapa insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di lapangan, penegakan disiplin higienitas dan kualitas bahan baku menjadi harga mati demi mencapai target zero accident (nol kecelakaan kerja/pangan)," urai wakil rakyat dari Dapil Jatim VIII (Mojokerto, Jombang, Nganjuk dan Madiun)
Baca juga : Catat Kinerja Solid di 2025, BCA Life Optimistis Pertumbuhan & Keberlanjutan
Faktor krusial yang tak kalah penting, lanjut Yahya adalah penguatan koordinasi lintas sektor dan pemerintah daerah. Menurutnya, faktor ini merupakan salah satu titik lemah yang kerap menghambat program skala nasional adalah ego sektoral.
"Kepala BGN yang baru dituntut untuk meningkatkan komunikasi sinergis dengan kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Pemerintah Daerah (Pemda). Sinergi ini sangat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan terpadu di lapangan yang selama ini dinilai masih longgar," tegasnya.
Masyarakat kini menaruh harapan besar di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang. BGN diharapkan tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi mampu bertransformasi menjadi motor penggerak perbaikan gizi nasional yang aman, disiplin, dan bebas dari insiden yang merugikan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya