Dark/Light Mode

119 Juta Warga Bepergian Saat Nataru

Menhub Target Zero Accident

Minggu, 7 Desember 2025 07:00 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (5/12). Foto: Dok. Kementerian Perhubungan
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (5/12). Foto: Dok. Kementerian Perhubungan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) akan terjadi pada Rabu (24/12/2025).

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pergerakan masyarakat pada puncak mudik diperkirakan mencapai 17,18 juta orang. Sementara puncak arus balik diproyeksikan terjadi pada Jumat (2/1/2026) dengan pergerakan sekitar 20,81 juta orang.

“Secara keseluruhan terdapat 119,5 juta orang atau 42,01 persen penduduk Indonesia yang berpotensi melakukan perjalanan selama masa libur Nataru tahun ini. Angka tersebut naik 2,71 persen dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Menhub dalam keterangan resminya, di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

Baca juga : Pemerintah Harapkan HAM Jadi Kompas Pembangunan

Eks Komisaris PLN ini menilai, meningkatnya minat perjalanan dipengaruhi oleh waktu libur panjang bersamaan dengan liburan sekolah, kondisi infrastruktur yang semakin baik, meningkatnya minat wisata, kebutuhan budaya untuk merayakan Natal di kampung halaman, serta faktor ekonomi.

Kemudian, berdasarkan survei Kemenhub bersama Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Badan Pusat Statistik (BPS), dan akademisi, mobil pribadi menjadi moda yang akan paling banyak dipilih, yakni 42,78 persen atau 51,12 juta orang. Disusul sepeda motor (22,00 juta orang), bus (9,76 juta orang), mobil sewa (8,87 juta orang), dan travel (7,64 juta orang). Moda lainnya meliputi pesawat (4,27 juta), kereta api jarak jauh (3,94 juta), kapal penyeberangan (3,75 juta), kapal laut (2,62 juta), dan commuter line (2,30 juta).

“Tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan pribadi mengindikasikan perlunya manajemen lalu lintas yang lebih intensif, khususnya pada ruas tol dan akses menuju simpul transportasi,” ujarnya.

Baca juga : Amati Perubahan Dinamika Politik, NasDem Kepri Minta Kader Jaga Soliditas

Adapun, untuk memantau pergerakan masyarakat, Kemenhub akan mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026 mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Ia menekankan dua isu utama yang harus diantisipasi, yakni potensi lonjakan penumpang dan risiko cuaca ekstrem.

Sejumlah strategi juga dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan, diantaranya di transportasi darat dilakukan buffer zone, delaying system, contraflow dan oneway situasional, pengaturan penyeberangan. Transportasi laut, penyediaan kapal navigasi dan patroli, buffer zone di pelabuhan, serta penyiapan pelabuhan alternatif.

Lalu, transportasi udara, ramp check, optimalisasi jam operasional bandara, dan penambahan kapasitas penerbangan. Selanjutnya, kereta api, penetapan Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS), penyediaan Alat Material Untuk Siaga (AMUS), serta penyiagaan personel di perlintasan sebidang.

Baca juga : PAN Dan Golkar Setuju Bikin Koalisi Permanen

“Tahun ini, Kemenhub juga telah melakukan ramp check pada 40.683 kendaraan darat, 987 kapal laut, 191 kapal penyeberangan, 363 pesawat, dan 3.333 sarana kereta api,” ungkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.