Dark/Light Mode

Kajian Teosofi (23)

Bersilaturahim dengan Makhluk Spiritual

Selasa, 14 April 2026 06:07 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Makhluk spiritual adalah makhluk yang tidak termasuk dalam pembahasan sebelumnya, seperti malaikat dan jin. Bukan rahasia lagi bahwa Rasulullah aktif menjalin hubungan silaturahim dengan makhluk-makhluk spiritual, seperti malaikat, jin, dan arwah dari kalangan pendahulunya.

Jibril, yang dikenal sebagai pemimpin para malaikat, hampir setiap saat menjumpai Nabi. Jika dihitung, setiap kali ayat diturunkan, sebanyak itu pula—minimal—malaikat mendatangi Nabi. Malaikat maut, yang juga dikenal dengan nama Israfil, dikisahkan tidak tega mencabut nyawa sahabatnya. Dalam bagian akhir kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din, diceritakan bahwa Israfil berulang kali mengadu kepada Jibril, “Bagaimana mungkin aku tega mencabut nyawa kekasihku?” Jibril kemudian memerintahkannya untuk tetap melaksanakan perintah Tuhan. Akhirnya, Israfil mencabut nyawa Nabi dengan sangat perlahan.

Demikian pula dengan jin. Rasulullah sering menjalin keakraban dengan bangsa jin. Bahkan, dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Rasulullah pernah memiliki jin yang menyertainya. Nabi juga dicintai oleh sejumlah jin. Ketika beliau bepergian, kalangan jin turut menyertainya, bahkan ikut menjadi makmum saat beliau memimpin salat. Mereka pun bersedih ketika Nabi wafat.

Baca juga : Bersilaturrahim Dengan Binatang

Adapun dengan para arwah atau roh leluhur, Nabi diberi kemampuan untuk berkomunikasi dengan mereka. Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, sebelum tiba di Baitul Maqdis, Nabi diminta memimpin salat dengan makmum para nabi terdahulu.

Mereka disebut berinteraksi dengan arwah masing-masing. Bahkan, beberapa di antara mereka memohon untuk dihidupkan kembali sebagai umat Nabi Muhammad saw., tanpa membawa ajaran sebelumnya.

Nabi juga beberapa kali dibantu oleh makhluk-makhluk spiritual tersebut. Ketika Rasulullah hijrah ke Thaif, beliau disambut dengan lemparan batu hingga tumitnya berdarah.

Baca juga : Pariwisata Tumbuh Positif, Kunjungan Wisman Dan Wisnus Meroket

Penjaga gunung di Thaif menawarkan untuk membalas perlakuan tersebut, tetapi Rasulullah menolaknya. Dalam Perang Badar, Rasulullah juga memperoleh bantuan dari “pasukan tak terlihat”. Kepercayaan terhadap makhluk spiritual merupakan bagian dari rukun iman, khususnya iman kepada malaikat.

Sebagai pengikut ajaran Islam, sebagian orang dapat dianugerahi kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk spiritual, bahkan berguru kepada mereka. Dalam kitab Jam’ Karamat al-Auliya’ karya Yusuf al-Nabhani, disebutkan sejumlah ulama atau auliya yang memiliki kemampuan tersebut. Di antara mereka ada yang dapat berkomunikasi dengan ruh Nabi Muhammad SAW.

Dalam beberapa hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang bermimpi melihat Nabi, maka yang dilihatnya benar-benar Nabi. Satu-satunya sosok yang tidak dapat ditiru oleh iblis adalah wajah Nabi. Dalam kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din, Imam al-Ghazali juga menyinggung bahwa hadis-hadis yang dikutipnya telah dikonfirmasi. Ia bahkan menyatakan bahwa dirinya tidak mengutip hadis tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya. Nabi wafat sekitar tahun 632 M, sedangkan Imam al-Ghazali wafat pada tahun 1111 M. Kisah serupa juga diriwayatkan oleh sejumlah wali.

Baca juga : Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Dijaga

Kematian bukanlah penghalang untuk menjalin silaturahim. Bersilaturahim dengan orang tua yang telah wafat dapat dilakukan dengan mendoakan mereka. Insya Allah, mereka akan merasakan manfaat dari doa tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Selasa, 14 April 2026 dengan judul "Kajian Teosofi (23) Bersilaturahim dengan Makhluk Spiritual"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.