Dark/Light Mode

Kajian Teosofi (22)

Bersilaturrahim Dengan Binatang

Senin, 13 April 2026 06:34 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam sebuah hadis riwayat Abu Sa’id al-Khudri RA, ketika Nabi sedang bepergian, beliau melewati seekor kijang betina yang ditambatkan pada tiang tenda. Kijang itu memanggil Nabi, “Wahai Rasulullah, tolong lepaskan ikatan saya sebentar. Saya ingin menyusui anak-anak saya di sana yang sedang kelaparan. Saya baru saja melahirkan, tetapi tiba-tiba ditangkap oleh penghuni kemah ini. Saya berjanji akan segera kembali, dan engkau dapat mengikat saya kembali di tempat ini.”

Nabi menjawab, “Kamu adalah hasil buruan mereka, berarti engkau milik mereka. Saya tidak berhak melepaskanmu.” Namun, setelah kijang itu berjanji dan meyakinkan Nabi bahwa ia akan kembali, beliau pun melepaskan ikatannya. Kijang itu segera berlari sekencang-kencangnya.

Tidak lama kemudian, kijang itu kembali dengan kedua susunya yang tampak sudah kempis. Ia berkata, “Terima kasih, wahai Rasulullah. Anak-anak saya sudah kenyang dan dapat bertahan hidup.” Nabi dengan perasaan haru kembali menambatkan kijang itu ke tempat semula.

Ketika Nabi selesai menambatkan kijang tersebut, pemilik kemah datang dan berkata, “Ada apa gerangan Rasulullah mengunjungi kemah saya dan memegang kijang itu? Jika engkau menginginkannya, dengan senang hati saya serahkan. Di sini masih banyak kijang lain yang dapat ditangkap.”

Baca juga : Pariwisata Tumbuh Positif, Kunjungan Wisman Dan Wisnus Meroket

Nabi menerima pemberian itu dan membawa kijang tersebut pergi. Di balik bukit, ketika pemberinya tidak lagi melihat, Nabi melepaskan kijang itu seraya berkata, “Pergilah, besarkan anak-anakmu.”

Sungguh kisah yang mengharukan, sekaligus menjadi teladan bagi kita semua tentang bagaimana Nabi bersilaturrahim dengan binatang.

Kisah serupa juga terjadi ketika unta Rasulullah yang sudah tua hendak digantikan dengan unta yang lebih kuat. Di hadapan para sahabat, unta tua itu menangis. Nabi pun bersabda, “Lihatlah, unta itu masih ingin aku tunggangi untuk menyampaikan dakwah, tetapi ia harus digantikan.”

Persahabatan manusia dengan binatang sesungguhnya telah terjadi di mana-mana.

Baca juga : Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Dijaga

Dengarkanlah kisah para pemelihara hewan seperti kucing, anjing, burung, dan ikan—semuanya menunjukkan adanya ikatan kasih sayang yang tulus antara manusia dan binatang.

Dalam riwayat lain, Nabi juga pernah menunjukkan persahabatan dengan seekor biawak yang disaksikan oleh para sahabat. Kisah Suraqah bin Malik juga menunjukkan hal serupa: setiap kali ia mendekati Nabi untuk mengejar, kudanya justru berlutut sehingga tidak mampu melanjutkan pengejaran.

Pada akhirnya, setelah menyaksikan peristiwa itu, Suraqah pun masuk Islam dan kembali ke Mekah untuk mengajak kaumnya memeluk Islam.

Begitu besar kasih sayang Nabi terhadap binatang, hingga binatang pun menunjukkan kasih sayang kepadanya. Ketika dikejar musuh, Nabi bersembunyi di dalam Gua Tsaur. Persembunyian itu terlindungi oleh laba-laba yang membuat sarang di mulut gua, burung merpati yang bertelur di sana, serta dedaunan yang menutupi bagian atas gua. Hal ini membuat para musuh yakin bahwa tidak ada manusia yang baru saja masuk ke dalamnya.

Baca juga : Bersilaturahim dengan Tumbuh-Tumbuhan

Semua kisah ini menunjukkan betapa pentingnya menjalin hubungan kasih sayang dengan fauna dalam berbagai jenisnya. Kelengkapan ekosistem, baik fauna maupun flora, akan mendukung peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Persahabatan atau silaturrahim dengan binatang harus terus dipertahankan. Jangan hanya memandang binatang sebagai objek, tetapi lihatlah juga sebagai subjek yang harus diperlakukan secara wajar. Menelantarkan binatang ternak adalah bukti kebiadaban manusia yang harus ditinggalkan.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 13 April 2026 dengan judul "Kajian Teosofi (22) Bersilaturrahim Dengan Binatang"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.