Dark/Light Mode

Menko AHY Ke Taruna AAL: Jika Ingin Damai, Bersiaplah Untuk Perang

Kamis, 25 Juni 2026 10:19 WIB
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberi pembekalan kepada taruna Akademi Angkatan Laut di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Dok. Kemenko IPK
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberi pembekalan kepada taruna Akademi Angkatan Laut di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Dok. Kemenko IPK

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan para taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) bahwa perdamaian harus dijaga dengan kesiapan pertahanan yang kuat. Menurutnya, diplomasi tetap menjadi pilihan utama Indonesia, tetapi kemampuan mempertahankan kedaulatan negara tidak boleh diabaikan.

Pesan tersebut disampaikan AHY saat memberikan pembekalan kepada ratusan taruna dan taruni AAL di Bumi Moro, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026).

Dalam paparannya, AHY menjelaskan bahwa Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif dan menjalin persahabatan dengan seluruh negara. Namun, hubungan baik antarnegara harus tetap diiringi kemampuan menjaga kepentingan nasional.

Baca juga : Dirjen Keuda Kemendagri Dorong Basis Data Potensi Pajak untuk Perkuat PAD

"Kita ingin dunia damai, kawasan damai, tetapi kita juga harus siap menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional kita," ujar AHY.

Menurutnya, Indonesia menghadapi berbagai tantangan di sektor maritim, mulai dari praktik illegal fishing, perdagangan manusia, penyelundupan narkotika, hingga berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan negara.

Karena itu, Angkatan Laut memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mendukung diplomasi negara.

Baca juga : Menkomdigi Ajak Masyarakat Jaga Aksi Damai dan Ruang Digital

AHY menegaskan bahwa pemerintah selalu mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur diplomasi.

"Diplomasi selalu menjadi pilihan utama. Diplomasi untuk mencegah konflik dan mencegah perang," katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan. Mengutip adagium Romawi kuno, Si vis pacem, para bellum atau If you want peace, prepare for war, AHY menekankan bahwa perdamaian hanya dapat dijaga apabila suatu bangsa memiliki kemampuan mempertahankan diri.

Baca juga : Kemenhaj: Kemabruran Haji, Fondasi Sukses Peradaban Bangsa

"Kalau kita ingin perdamaian, kita harus menyiapkan diri. Menyiapkan kemampuan, menyiapkan kekuatan, menyiapkan sumber daya manusia terbaik yang mampu menjaga Indonesia kapan pun dibutuhkan," tegasnya.

AHY menambahkan, tujuan utama membangun kekuatan pertahanan bukanlah untuk menciptakan perang, melainkan mencegah konflik agar tidak terjadi.

"Bagi kita, tujuan akhir dari seluruh kekuatan pertahanan bukanlah perang, melainkan menjaga agar perang tidak pernah terjadi," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.