Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Popularitas Seskab Teddy Kian Menguat, Hensa Sebut Berkat Kinerja
Kamis, 25 Juni 2026 19:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat politik Hendri Satrio menyoroti meningkatnya popularitas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang dinilainya semakin kuat, baik di ruang digital maupun dalam berbagai pertemuan langsung dengan masyarakat.
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI yang akrab disapa Hensa itu mengaku heran dengan tingginya tingkat pengenalan dan penerimaan publik terhadap Teddy.
"Saya heran sama orang ini. Di media sosial ramai, di lapangan malah lebih ramai. Mau di kota besar sampai pelosok, faktanya masyarakat kenal dan suka sama dia," kata Hensa kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Menurut Hensa, popularitas sebesar itu umumnya ditopang oleh mesin politik, jabatan elektoral, atau posisi eksekutif yang memiliki program langsung kepada masyarakat. Namun, ia menilai fenomena Teddy berbeda.
"Padahal Teddy itu bukan kepala daerah, bukan menteri yang punya program, bukan politisi, bukan anak pejabat, tidak punya partai, bahkan bukan anggota partai. Tapi dia sepopuler itu di masyarakat. Pakai ajian apa ini orang? Ini pasti karena kinerja," tuturnya.
Baca juga : Kolabirasi IMCF dan Kemenhub Perkuat Perlindungan Pelaut Indonesia
Hensa menilai, tingginya penerimaan publik terhadap Teddy tidak terlepas dari kemampuannya membangun kedekatan dengan masyarakat.
Menurut dia, Teddy dinilai konsisten hadir di tengah publik, responsif terhadap berbagai isu, serta mampu menjelaskan persoalan teknis dengan bahasa yang mudah dipahami.
Ia menilai, pendekatan tersebut lebih efektif dibandingkan gaya komunikasi birokratis yang kerap terasa jauh dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Baru-baru ini ia hadir mendampingi Pak Prabowo di acara NU di Madura, Jawa Timur, lalu muncul kembali di hadapan sekitar seratus ribu petani dan nelayan di Gorontalo. Di kedua tempat itu, dia hanya dipanggil saja masyarakat sudah riuh. Itu pentingnya kinerja yang terlihat dan nyata dirasakan, bukan sekadar pidato janji-janji," tuturnya.
Lebih lanjut, Hensa menilai, popularitas Teddy berpotensi membuat sejumlah politisi senior merasa heran.
Baca juga : DKI Jakarta Perkuat Pengendalian Banjir dengan CCTV Terintegrasi
Pasalnya, Teddy yang belum genap setahun menjabat sebagai Sekretaris Kabinet sudah mendapatkan sambutan luas dari masyarakat tanpa dukungan mesin politik formal.
"Politisi senior saja tidak segitu populernya. Teddy belum setahun jadi Seskab, tapi sambutannya sudah ramai di lapangan. Para senior yang biasanya mengandalkan struktur partai dan jaringan lama pasti heran," ucapnya.
Menurut Hensa, kehadiran Teddy di berbagai daerah juga tidak sekadar bersifat seremonial.
Ia melihat, Teddy berusaha hadir untuk mendengar dan memberikan perhatian langsung kepada masyarakat sehingga lebih mudah diterima di berbagai kalangan.
"Kalau seseorang bisa meraih penerimaan luas tanpa atribut partai atau mesin politik di belakangnya, itu menunjukkan kemampuan komunikasi dan kedekatan sosial yang mumpuni. Nah, ini yang jarang ditemukan pada pejabat birokrasi era sekarang," jelasnya.
Baca juga : Selandia Baru Paksa Iran Berbagi Poin
Karena itu, Hensa menyarankan para politisi maupun birokrat untuk mempelajari fenomena tersebut secara serius.
Menurutnya, memahami faktor yang membuat seorang figur diterima publik penting untuk membangun kembali politik yang bertumpu pada kepercayaan dan kerja nyata.
"Ini bukan soal pencitraan standar. Ini soal bagaimana seorang birokrat bisa benar-benar diterima oleh rakyat sehari-hari. Kalau dibilang membingungkan, ya memang, tapi itu juga tanda ada sesuatu yang efektif dan patut dicermati," katanya.
"Intinya, Teddy Indra Wijaya ini bikin pusing para politisi lama karena mereka tidak terbiasa melihat pejabat nonpartai mendapat sambutan seperti itu," pungkas Hensa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya