Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Khutbah Jumat Di Istiqlal, Mahfud MD Ajak Umat Jaga Ekosistem Alam
Jumat, 26 Juni 2026 19:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pakar hukum tata negara Prof. Mahfud MD menjadi khatib salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jumat (26/06/2026). Dalam khutbahnya, Mahfud mengajak umat untuk selalu bertakwa dengan implementasi nyata. Yakni menjaga hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan alam.
Mahfud menyitir surat Al Baqarah ayat 205 tentang hubungan manusia dengan alam. "Allah berfirman apabila manusia berpaling dari tali Allah, maka ia akan berusaha di bumi ini untuk membuat kerusakan di dalamnya serta merusak tanaman dan membunuh atau membasmi ternak-ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan. Ini menjelaskan kepada kita hendaknya kita jangan merusak alam, jangan berbuat kerusakan di bumi," ungkap Mahfud, Jumat (26/06/2026).
Ayat tersebut, sambung Mahfud, menegaskan bahwa binatang dan tanaman adalag ekosistem kehidupan. Alam memiliki hak intrinsik yang melekat kepada dirinya. Manusia wajib menyejahterakan, bekerja sama dan bersinergi dengan lingkungan.
"Kita tidak boleh merusak alam karena perusakan terhadap alam itu akan menyebabkan kehancuran ekosistem. Jika hak-hak alam itu dirusak atau dilanggar, maka alam akan bereaksi sesuai ketetapan Allah SWT, memberi tenaga, memberi energi kepada alam bereaksi menagih hak-haknya kepada kita dengan berbagai cara," sebut Mahfud.
Baca juga : Di Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Ajak Umat Jaga Kerukunan
Mahfud mencontohkan tersebarnya penyakit karena sembarangan membuang sampah. Juga penyakit akibat bahan kimia yang dibuang ke pantai, lalu ikannya dikonsumsi manusia.
Ditegaskannya, reaksi alam dan bencana alam yang kerap terjadi merupakan cara alam menagih hak-hak mereka untuk dijaga dan dilestarikan. Apalagi, jika manusia melakukan eksploitasi alam secara berlebihan.
"Berlebih memotong kayu-kayu hutan tanpa reboisasi, deforestasi tanpa reforestasi yang seimbang, itu yang dalam jangka panjang menyebabkan alam ini menjadi rusak," tutur Mahfud.
Yang lebih parah, reaksi alam bisa menimpa generasi-generasi mendatang. Lewat peristiwa alam, dari yang ringan sampai yang mengerikan.
Baca juga : Gibran Salat Id Di Istiqlal, Khutbah Angkat Isu Lingkungan & Kemanusiaan
"Banjir dan longsor karena penebangan pohon dan hutan secara melampaui batas. Mari kita jaga bersama alam," ajak Mahfud.
Dalam konteks Indonesia, Mahfud bilang, setidaknya asa 17.508 pulau yang masing-masing mempunyai kekayaan sumber daya alam luar biasa. Itu semua, kata Mahfud, merupakan karunia Indonesia. Pemerintah sudah banyak aturan-aturan hukum yang harus diikuti agar alam lestari.
"Keserakahan manusia seperti disebutkan dalam ayat-ayat Al Quran sering kali merusak alam. Karena manusia serakah, melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap alam tanpa menjaga kelangsungannya, tanpa menjaga keseimbangannya," kata Mahfud.
Mahfud mengingatkan, Indonesia merupakan negara yang berdaulat dan memiliki hukum-hukum yang sudah diatur, termasuk untuk menjaga alam. Karenanya, penting untuk kita menaati aturan-aturan hukum tersebut.
Baca juga : BI: Cadangan Devisa RI Masih Aman Untuk Jaga Rupiah
"Pengusaha, silakan eksploitasi sumber daya alam ini, tapi Anda jangan terjebak ke dalam situasi serakahnomic, ekonomi serakah seperti yang dikatakan Bapak Presiden kita, semuanya ingin dimiliki, dimakan, ditumpuk, maka, bisa terjadi kemarahan karena alam menagih haknya untuk dilestarikan," ingat Mahfud.
Mahfud kembali mengingatkan, jika manusia seenaknya menggunakan alam sesuai nafsu, jangan salahkan alam yang bisa pula memakai caranya sendiri mempertahankan haknya. Bahkan, Allah berfirman telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat tangan manusia.
"Mari kita bangun, perkuat ketakwaan kita kepada Allah dengan memperkuat hubungan harmonis, hubungan yang baik dan ketaatan kepada Allah SWT, memperindah hubungan antar manusia dan memperbaiki hubungan kita dengan alam," ujar Mahfud.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya