Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- AS Vs Bosnia-Herzegovina, Tuan Rumah Punya Rekor Buruk Lawan Tim Eropa
- RD Kongo Vs Inggris, Tiga Singa Diancam Macan Tutul
- Mesin Hidrogen 100 Persen Diuji Di Laboratorium Bermeo Spanyol Milik Wartsila
- Menteri Dody Usulkan Tiga Isu Prioritas Masuk Agenda World Water Forum ke-11
- Apresiasi Catatan Seskab Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Transparan
Kemhan Revisi Pelatihan, Calon Manajer Kopdes Merah Putih Batal Jadi Komcad
Rabu, 1 Juli 2026 20:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan (Kemhan) merevisi skema pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Dalam skema baru tersebut, peserta tidak lagi diproyeksikan menjadi Komponen Cadangan (Komcad), melainkan hanya mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan, perubahan itu dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program, termasuk menyikapi meninggalnya lima calon manajer KDMP saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
"Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kini kami tetapkan mereka hanya diberikan pembinaan, pendidikan, dan pelatihan bela negara. Ini sangat berbeda dengan program Komcad," kata Donny kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Baca juga : Gerindra Pastikan Kopdes Merah Putih Tetap Berjalan
Menurut Donny, materi pelatihan juga diubah secara menyeluruh. Peserta tidak lagi mendapatkan pembelajaran mengenai penggunaan senjata maupun taktik militer.
"Intinya tidak ada lagi pelajaran terkait senjata ataupun taktik-taktik militer. Mereka hanya diberikan pelajaran tentang nasionalisme, patriotisme, dan disiplin," ujarnya.
Selain pembentukan karakter, peserta akan dibekali kemampuan kepemimpinan dan kerja sama sebagai bekal mengelola koperasi maupun Kampung Nelayan Merah Putih.
Baca juga : KSP Dudung Takziah Ke Makam Manajer Kopdes Merah Putih M Rifki di Sumedang
"Mereka akan belajar bagaimana memimpin koperasi. Seorang manajer tentu memiliki staf yang harus dipimpin. Bagaimana membangun kebersamaan dan kerja sama, itulah nilai-nilai yang akan kami berikan," jelasnya.
Kemhan juga memangkas durasi pelatihan bela negara dari semula satu bulan menjadi dua minggu. Setelah itu, peserta akan menjalani pendidikan manajerial selama sekitar satu bulan.
Donny menjelaskan materi manajerial akan disesuaikan dengan penempatan peserta. Calon manajer KDMP akan memperoleh modul tentang pengelolaan koperasi, sedangkan peserta KNMP akan mendapatkan materi yang berkaitan dengan pengembangan kampung nelayan.
Baca juga : Kemhan Jelaskan Mengapa Manajer Koperasi Merah Putih Harus Ikut Latsarmil
"Kalau diarahkan ke koperasi, mereka akan lebih banyak menerima modul-modul tentang koperasi. Kalau ke Kampung Nelayan Merah Putih, materinya akan disesuaikan dengan kebutuhan program tersebut," katanya.
Ia menambahkan, modul pelatihan telah disiapkan oleh kementerian teknis terkait, seperti Kementerian Koperasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sementara lokasi pendidikan tetap menggunakan fasilitas yang telah ditetapkan sebelumnya, hanya durasi pelatihannya yang berubah.
"Kementerian Koperasi sudah menyiapkan modul, begitu juga KKP. Tempat pendidikannya tetap, yang berubah hanya waktunya," tutur Donny.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya