Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lemhannas: Fragmentasi Global Kian Nyata, Ketahanan Nasional Jadi Taruhan
Kamis, 9 Juli 2026 19:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily menilai dunia saat ini menghadapi dinamika yang semakin kompleks, tidak pasti, dan terfragmentasi. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap ketahanan nasional, mulai dari perdagangan hingga keamanan energi dan pangan.
Hal itu disampaikan Ace saat membuka Jakarta Geopolitical Forum (JGF) X/2026 di Auditorium Binakarna, Bidakara, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Menurut Ace, fragmentasi global bukan lagi sekadar isu diplomatik, tetapi telah memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Fragmentasi global sangat dirasakan dalam sektor perdagangan, investasi, keamanan energi, ketahanan pangan, lapangan kerja, standar teknologi, tata kelola data pemerintah, hingga keamanan infrastruktur kritis. Oleh karena itu, membahas geopolitik juga berarti membahas ketahanan sehari-hari rakyat Indonesia dan kapasitas strategis negara kita," ujar Ace.
Baca juga : Tekanan Global Meningkat, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Aman
Mengusung tema Strengthening Multilateralism: Survival Amid Global Turbulence and a Fragmented World, forum tersebut menyoroti semakin besarnya tekanan terhadap sistem multilateralisme akibat menguatnya persaingan kekuatan besar, proteksionisme strategis, serta rivalitas teknologi.
Menurut Ace, penguatan multilateralisme menjadi kebutuhan strategis bagi negara-negara berkembang dan negara berkekuatan menengah, termasuk Indonesia.
"Oleh sebab itu, penguatan multilateralisme bukan sekadar pesan idealis. Bagi kekuatan kecil dan menengah, termasuk Indonesia, hal ini merupakan sebuah kebutuhan strategis," tegasnya.
Ia menambahkan, multilateralisme yang kuat harus ditopang oleh ketahanan nasional yang kokoh. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat ekonomi, ketahanan energi dan rantai pasok, kualitas sumber daya manusia, kesiapan digital, kohesi sosial, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Baca juga : Gelar Rakernas, Kemenhaj Evaluasi Fondasi Perbaikan Layanan Haji Nasional
Ace juga menegaskan Indonesia akan terus menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif dengan mengedepankan kepentingan nasional, stabilitas kawasan, serta penghormatan terhadap hukum internasional.
Jakarta Geopolitical Forum X/2026 menghadirkan Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai pembicara kunci yang membahas adaptasi strategis dan peluang di tengah melemahnya multilateralisme serta meningkatnya persaingan antarkekuatan dunia.
Forum tersebut juga menggelar tiga sesi pleno yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari pergeseran menuju proteksionisme di sektor energi hijau, sistem keuangan, perdagangan internasional, dan rantai pasok regional, hingga perkembangan teknologi global, bonus demografi, keamanan siber, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan masa depan dunia kerja di era ekonomi digital.
Selain Sugiono, sejumlah pejabat dan pakar nasional maupun internasional turut menjadi pembicara, di antaranya Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, akademisi dari La Trobe University Prof. Nick Bisley, serta sejumlah pakar di bidang hubungan internasional, teknologi, energi, dan keamanan.
Baca juga : Menhaj: Rakernas Mesti Lahirkan Terobosan Layanan Haji Nasional
Ace berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi para pengambil keputusan di tingkat nasional.
"Melalui sesi-sesi ini, kami tidak hanya mengharapkan adanya pertukaran pandangan, tetapi juga rumusan pemikiran yang relevan dengan kebijakan yang dapat berkontribusi pada risalah forum, serta rekomendasi kebijakan bagi para pengambil keputusan tingkat nasional," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya