Dark/Light Mode

Lana T. Koentjoro: Hari Kebaya Nasional ke-3 Gerakan Bersama Jaga Identitas Bangsa

Selasa, 14 Juli 2026 17:46 WIB
Rapat persiapan Hari Kebaya Nasional ke-3. (Foto: Dok. PMI)
Rapat persiapan Hari Kebaya Nasional ke-3. (Foto: Dok. PMI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya menjaga keberlangsungan budaya nasional kembali diperkuat oleh berbagai organisasi perempuan dan komunitas budaya melalui persiapan Hari Kebaya Nasional ke-3. Momentum tahunan tersebut tidak hanya menjadi perayaan penggunaan kebaya, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang melekat pada kebaya sebagai warisan bangsa.

Menjelang pelaksanaan Hari Kebaya Nasional ke-3, sejumlah organisasi perempuan dan komunitas budaya mulai mematangkan berbagai persiapan melalui Rapat Persiapan Hari Kebaya Nasional ke-3 Bersama Organisasi dan Komunitas Perempuan, di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Rapat dipimpin Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T. Koentjoro. Ia mengajak seluruh organisasi perempuan dan komunitas budaya untuk memperkuat semangat bersama dalam menjaga kebaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Menurut Lana, keberhasilan pelestarian budaya tidak dapat dilakukan satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya perempuan Indonesia yang memiliki peran penting dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai budaya.

“Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita untuk terus menjaga dan melestarikan budaya, khususnya kebaya. Ini bukan hanya kegiatan satu organisasi, tetapi gerakan bersama seluruh perempuan Indonesia,” ujar Lana.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh perempuan Indonesia. Di antaranya Ketua Umum KOWANI periode 2009–2014 Dewi Motik, Ketua Umum Komunitas Pertiwi Sinta Umar, Ketua I Komunitas Pertiwi Miranti Sirad Ginanjar, Ketua Umum KB Wirawati Catur Panca Pia Megananda, Ibu Tenun Nasional Prof. Dr. Ana Mariana, jajaran Dewan Pimpinan Kowani, serta berbagai organisasi di bawah Federasi KOWANI Pimpinan Ketua Umum Nannie Hadi Tjahjanto. 

Lana melanjutkan, gerakan kebaya yang berkembang saat ini merupakan hasil perjalanan panjang berbagai organisasi perempuan dan komunitas budaya yang sejak awal berkomitmen menjaga keberadaan kebaya sebagai simbol budaya nasional.

Baca juga : Pasar Jaya Luncurkan Program Geber, Gerakan Bersama Bersih Pasar

Perjuangan panjang Tim Nasional Kebaya Indonesia dalam melestarikan kebaya sebagai identitas budaya bangsa membuahkan hasil bersejarah. Di bawah kepemimpinan Lana T. Koentjoro, tim berhasil mewujudkan dua capaian penting, yakni penetapan Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 yang diperingati setiap 24 Juli, serta pengakuan Kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) UNESCO pada 4 Desember 2024. 

Ia mengatakan, kebaya memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pakaian. Kebaya merepresentasikan nilai budaya, karakter perempuan Indonesia, serta perjalanan sejarah bangsa yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kebaya semakin banyak digunakan oleh anak-anak muda. Ini menjadi kebanggaan kita bersama. Apa yang kita lakukan hari ini menjadi legacy yang akan kita teruskan kepada anak cucu kita,” katanya.

Lana menilai, meningkatnya penggunaan kebaya di kalangan masyarakat menunjukkan bahwa budaya Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.

Ia berharap, Hari Kebaya Nasional ke-3 dapat menjadi momentum yang memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya nasional sekaligus memperluas ruang partisipasi perempuan Indonesia dalam pelestarian budaya.

Puncak Hari Kebaya Nasional

Lana menjelaskan, rangkaian kegiatan Hari Kebaya Nasional ke-3 akan dilaksanakan melalui konsep daring (online) dan luring (offline). Puncak kegiatan secara offline direncanakan berlangsung di Hall Ballroom Senayan City, Jakarta, 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB dengan kapasitas utama sekitar 1.300 peserta.

“Kami mengundang seluruh organisasi yang tergabung dalam Kowani dan komunitas perempuan untuk bersama-sama hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan Hari Kebaya Nasional ini,” ujar Lana.

Baca juga : Hari Anak Nasional, Regina Art Hadirkan Teater Musikal Ramah Autisme

Peringatan juga akan dipaduserasikan dengan melibatkan pertunjukan dari permainan tradisional anak-anak dari berbagai nusantara. Hal ini menjadi bagian dari agenda peringatan Hari Kebaya Nasional mengingat Hari Anak Nasional diperingati pada 23 Juli 2026.

Lana menjelaskan, melalui kolaborasi berbagai pihak, momentum ini diharapkan semakin memperkuat perlindungan anak dan melahirkan generasi Indonesia yang sehat, bahagia, dan berkarakter.

Mengangkat Kebaya, Wastra Nusantara, Batik hingga Sanggul

Lana mengungkapkan, dukungan terhadap kegiatan tersebut terus berkembang. Hingga tahap persiapan, sekitar 70 hingga 80 organisasi perempuan telah menyatakan keterlibatan, sementara 22 komunitas budaya turut memberikan dukungan.

Selain kebaya, rangkaian Hari Kebaya Nasional ke-3 juga akan mengangkat berbagai unsur budaya pendukung, seperti batik, wastra nusantara, sanggul, serta aksesori tradisional Indonesia.

“Padanannya sudah jelas, kebaya, batik, wastra nusantara, sanggul, aksesoris, dan berbagai karya budaya lainnya. Semua itu menjadi bagian yang ingin kita angkat bersama,” ujar Lana.

Komunitas budaya seperti Pecinta Wastra Nusantara (PSN) turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut, termasuk memberikan edukasi mengenai wastra dan sanggul sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Lana memberikan apresiasi kepada komunitas Bunda Milenial yang mengembangkan gerakan eco-enzyme sekaligus mengajak masyarakat mengenakan kebaya sebagai bagian dari kampanye budaya dan lingkungan.

Baca juga : KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan

“Saya memberikan apresiasi kepada Bu Siska dari Bunda Milenial yang menggerakkan eco-enzyme sambil berkebaya. Ini menunjukkan bahwa budaya dapat berjalan bersama dengan gerakan positif lainnya,” tuturnya.

Libatkan Daerah dan Generasi Muda

Semangat Hari Kebaya Nasional ke-3 juga akan melibatkan berbagai daerah melalui gerakan Indonesia Berkebaya. Sejumlah wilayah telah menyiapkan kegiatan pendukung, termasuk Palembang yang akan menggelar kegiatan perempuan berkebaya dan bersongket dengan melibatkan masyarakat di ruang publik.

Sumatera Utara juga direncanakan menggelar kegiatan dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3.

Selain melibatkan komunitas budaya, kegiatan tahun ini juga memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, untuk tampil dan berkreasi.

“Budaya harus terus hidup di tengah masyarakat. Karena itu, kita ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melanjutkan warisan budaya Indonesia,” kata Lana.

Ia berharap, Hari Kebaya Nasional ke-3 dapat menjadi momentum memperkuat persatuan perempuan Indonesia sekaligus memperkenalkan kebaya sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. “Kita ingin seluruh Indonesia bergerak bersama. Dengan kebersamaan, budaya Indonesia akan terus tumbuh dan menjadi kebanggaan dunia,” pungkas Lana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.