Dark/Light Mode

Jembatan Bailey Wih Kanis Difungsikan, Konektivitas Warga Aceh Kembali Pulih

Jumat, 17 Juli 2026 19:19 WIB
Kondisi Jembatan Bailey Wih Kanis di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, yang telah difungsikan kembali oleh Kementerian PU untuk memulihkan konektivitas warga pascabanjir bandang. Dok. PU
Kondisi Jembatan Bailey Wih Kanis di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, yang telah difungsikan kembali oleh Kementerian PU untuk memulihkan konektivitas warga pascabanjir bandang. Dok. PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Bailey Wih Kanis di Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan yang sempat terputus akibat banjir bandang kini kembali difungsikan sehingga akses masyarakat antara Kecamatan Bandar dan Mesidah kembali normal. Beroperasinya jembatan tersebut diharapkan mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan perekonomian warga.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, penanganan Jembatan Wih Kanis menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memulihkan konektivitas masyarakat pascabencana.

"Jembatan ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas. Oleh karena itu, percepatan penanganan terus dilakukan agar dapat segera difungsikan secara optimal," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).

Baca juga : Tips Memilih Sepatu Airwalk untuk Aktivitas Harian di Promo Bulan Juli 2026

Sebagai ungkapan syukur atas pulihnya akses transportasi tersebut, masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan BPJN Aceh menggelar syukuran saat Jembatan Bailey Wih Kanis mulai difungsikan. Momen itu menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memulihkan konektivitas wilayah.

Pelaksana Tugas Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, mengatakan pembangunan Jembatan Bailey dilakukan sebagai solusi cepat agar masyarakat tidak terlalu lama kehilangan akses akibat bencana.

Jembatan Bailey yang dibangun memiliki panjang 30 meter, lebar 4 meter, dan kapasitas beban hingga 20 ton. Pembangunannya dimulai pada 4 Juni 2026 dan rampung pada 5 Juli 2026 sehingga kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat.

Baca juga : Didatangi Kapolri, Jaksa Agung Tegaskan Tak Ada Rivalitas Kejaksaan & Kepolisian

Pekerjaan tanggap darurat tersebut dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan melibatkan 33 personel. Proyek juga didukung dua unit excavator, satu vibro, dan tiga dump truck sehingga pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan.

Dengan kembali beroperasinya Jembatan Bailey Wih Kanis, akses menuju pusat kecamatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan sentra pertanian kembali terbuka. Kehadiran jembatan itu juga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian serta mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

Selain membangun jembatan darurat, BPJN Aceh juga akan membangun jembatan permanen di lokasi yang berdekatan untuk meningkatkan konektivitas jangka panjang di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Baca juga : Rel Sumbar dalam Peta Besar Konektivitas Kereta Api Sumatra

BPJN Aceh turut mengambil alih penanganan sejumlah ruas jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur.

Kementerian PU menegaskan akan terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Aceh melalui kerja sama dengan pemerintah daerah agar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan dengan aman dan lancar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.