Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RI dan China Perkuat Kemitraan Strategis untuk Aksi Iklim dan Pembangunan Hijau
Kamis, 30 Juli 2026 22:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menerima kunjungan kehormatan (Courtesy Call) Special Envoy for Climate Change Republik Rakyat China, HE Liu Zhenmin, di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–China di bidang perubahan iklim, perlindungan lingkungan hidup, transisi energi, dan pembangunan hijau sebagai tindak lanjut Joint Statement on Deepening Comprehensive Strategic Cooperation antara kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan China menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dalam implementasi Persetujuan Paris dengan tetap berpegang pada prinsip Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities (CBDR-RC), sekaligus mendorong negara-negara maju memenuhi komitmen pendanaan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas bagi negara berkembang. Indonesia dan China juga sepakat mempererat koordinasi menjelang berbagai forum internasional untuk memperjuangkan kepentingan bersama negara-negara berkembang.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan, Indonesia mengusung paradigma "Growth through Environmental Protection", yaitu menjadikan perlindungan lingkungan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pasar karbon, keanekaragaman hayati, ekonomi sirkular, dan keadilan iklim.
Baca juga : Kemitraan RI-Norwegia Jadi Model Baru Diplomasi Iklim Berbasis Kinerja
"Perlindungan lingkungan harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Indonesia siap memperkuat kerja sama dengan China untuk menghadirkan solusi nyata bagi aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan," kata Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur mengatakan, Indonesia dan China memiliki tanggung jawab bersama sebagai dua negara berkembang besar untuk menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan perubahan iklim global tanpa mengabaikan kebutuhan pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Indonesia meyakini bahwa perlindungan lingkungan bukan merupakan beban pembangunan, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu kami mengusung paradigma Growth through Environmental Protection, yaitu membangun kesejahteraan melalui perlindungan lingkungan hidup, dengan memastikan bahwa manfaat ekonomi hijau dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat," kata Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menjelaskan, Indonesia saat ini tengah mengembangkan pendekatan baru yang mengintegrasikan mitigasi, adaptasi, dan prosperity sebagai tiga pilar aksi iklim nasional.
Baca juga : Bupati Pemalang Peras Perangkat Daerah-Rekanan untuk Pengurusan Perkara
Pendekatan tersebut akan diperkuat melalui pengembangan pasar karbon, kredit keanekaragaman hayati (biodiversity credit), mekanisme pembagian manfaat (benefit sharing), dan penguatan prinsip Climate Justice sebagai dasar pembangunan berkelanjutan Indonesia," kata Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat
Sementara itu, Special Envoy for Climate Change Republik Rakyat China, HE Liu Zhenmin, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam agenda pembangunan hijau dan menegaskan kesiapan Tiongkok untuk memperluas kerja sama praktis di bidang perubahan iklim, energi bersih, teknologi hijau, sistem peringatan dini, ekonomi sirkular, serta perlindungan lingkungan.
Pertemuan juga membahas penguatan kerja sama antara lain dalam pengembangan energi terbarukan, pasar karbon, pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy), perlindungan keanekaragaman hayati, hilirisasi mineral kritis, riset bersama, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Indonesia dan China sepakat menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut melalui koordinasi teknis yang lebih intensif guna menghasilkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Baca juga : PSI: Jangan Karena Politik, Sejarah Pembangunan NTT Dihapus
Pertemuan ini semakin mempertegas komitmen Indonesia dan China untuk memperkuat kemitraan strategis dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon, ketahanan iklim, serta perlindungan lingkungan hidup yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya