Dark/Light Mode

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Jumat, 28 Agustus 2026 10:55 WIB
Foto: Unsoed.
Foto: Unsoed.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus dugaan korupsi yang menjerat Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dinilai dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi tata kelola perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

Pengamat Pendidikan Ina Liem mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan audit secara menyeluruh terhadap PTN, bukan hanya kampus yang tersangkut perkara hukum.

Ina menilai, pengungkapan kasus di Unsoed tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan internal satu perguruan tinggi.

Menurutnya, kasus tersebut justru dapat menjadi preseden untuk memperkuat pengawasan terhadap tata kelola PTN secara lebih luas.

Baca juga : Kasus Korupsi Unsoed, DPR: Pendidikan Tinggi Bukan Tempat Transaksi

"Menurut saya ini justru preseden baik. Korupsi di dunia pendidikan bukan baru ada ketika KPK menangkap Rektor Unsoed. Korupsi di dunia pendidikan kita sudah sistemik dan masif, tetapi selama ini relatif sedikit yang benar-benar masuk ke proses hukum," kata Ina saat dihubungi, Jumat (28/8/2026).

Menurut Ina, pemerintah dan aparat penegak hukum tidak seharusnya menunggu operasi tangkap tangan (OTT) atau kasus yang menjadi perhatian publik untuk melakukan pemeriksaan terhadap perguruan tinggi.

Ia menilai, kasus yang terjadi di Unsoed dapat dijadikan momentum untuk melakukan audit menyeluruh terhadap PTN di Indonesia.

"Jadi jangan menunggu ada OTT atau kasus viral baru dilakukan pemeriksaan. Justru kasus Unsoed harus menjadi momentum untuk melakukan audit menyeluruh terhadap PTN di Indonesia," tuturnya.b

Baca juga : Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Ingatkan Evaluasi Sistem Pendidikan

Ina mengatakan, pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan terhadap kampus yang telah tersangkut perkara hukum. Evaluasi, menurutnya, perlu mencakup berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi negeri.

"Kalau hanya kampus yang kebetulan tertangkap yang diperiksa, kita sedang memberantas kasus. Padahal saya yakin masih banyak sekali PTN di Indonesia yang perlu diaudit, mulai dari penerimaan mahasiswa jalur mandiri, pengadaan barang dan jasa, dana bantuan, dana hibah, dan sebagainya," tuturnya.

Ia menilai, sejumlah sektor dalam tata kelola PTN perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan penerimaan maupun penggunaan anggaran.

Audit secara menyeluruh dinilai penting untuk mengetahui apakah mekanisme pengawasan yang berjalan selama ini sudah cukup efektif mencegah penyimpangan.

Baca juga : Hasil Penggeledahan Di Unsoed, KPK Temukan Bukti Pengondisian Maba

"Pertanyaan yang lebih penting adalah: seberapa sehat tata kelola perguruan tinggi negeri kita?" pungkas Ina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.