Dark/Light Mode

Danone Dukung Kementerian PPPA Bantu Warga Terdampak Gempa NTT

Rabu, 2 September 2026 20:42 WIB
Danone Indonesia mendukung Kemen PPPA dalam upaya membantu masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. (Foto: Dok. Danone Indonesia)
Danone Indonesia mendukung Kemen PPPA dalam upaya membantu masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. (Foto: Dok. Danone Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Danone Indonesia mendukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam upaya membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih dalam situasi bencana. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama Pemerintah, masyarakat, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, dan berbagai elemen bangsa yang bergotong royong membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa di Manggarai Barat dan Manggarai pada 24-25 Agustus 2026. Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan bagi perempuan dan anak mendapat perhatian selama masa tanggap darurat.

Rangkaian kunjungan turut diikuti Psikolog Anak yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Periode 2021-2026 Seto Mulyadi atau Kak Seto, jajaran Kemen PPPA, Pemerintah Daerah, Danone Indonesia, serta berbagai pihak terkait.

Di Labuan Bajo, rombongan mengunjungi sejumlah lokasi terdampak, antara lain Rumah Shelter di Manggarai Barat, Desa Golo Bias, dan RSUD Komodo. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, antara lain ke Posko Kabupaten Ruteng, SLB Tenda Ruteng, serta sejumlah posko masyarakat terdampak.

Dalam situasi bencana, perempuan dan anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, keberadaan ruang aman serta pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam membantu mereka melewati masa tanggap darurat dan menjalani proses pemulihan.

Baca juga : Pendekar 08 Bawa Bantuan Dan Semangat Untuk Warga Korban Gempa NTT

Menteri PPPA menekankan bahwa pemulihan bagi perempuan dan anak terdampak bencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Khusus bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa, diperlukan pendampingan secara berkelanjutan.

“Trauma healing tidak dapat dilakukan hanya sekali atau dua kali. Sehingga diperlukan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan psikolog,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (2/9/2026).

Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan solidaritas dalam membantu masyarakat terdampak. “Inilah karakter asli bangsa Indonesia, gotong royongnya, kebersamaannya, solidaritasnya tidak hilang. Kami sekali lagi turut berempati atas kondisi saat ini,” ujar Menteri PPPA.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan perempuan dan anak, rombongan juga meninjau Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di sejumlah lokasi terdampak. Pos SAPA menjadi ruang aman sekaligus tempat pendampingan bagi perempuan dan anak selama berada dalam situasi darurat.

Kak Seto menyoroti pentingnya memberikan rasa aman dan dukungan psikologis kepada anak-anak terdampak gempa agar proses pemulihan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Baca juga : Sharp Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Ia menerangkan, bagi anak-anak, pengalaman menghadapi bencana dapat menimbulkan rasa takut dan ketidakpastian. Karena itu, mereka membutuhkan lingkungan yang dapat kembali memberikan rasa aman, kesempatan untuk bermain dan belajar, serta ruang untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan. “Pendampingan yang tepat sangat penting agar anak-anak dapat perlahan pulih dan kembali menjalani kesehariannya,” ujarnya.

Selain dukungan psikososial, pemenuhan kebutuhan dasar serta asupan gizi yang memadai juga penting untuk membantu menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak selama masa tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana.

Bagian dari Gotong Royong untuk NTT

Dukungan Danone Indonesia kepada masyarakat terdampak bencana gempa NTT melalui Kemen PPPA merupakan bagian dari semangat gotong royong bersama pemerintah, organisasi kemanusiaan, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen bangsa lainnya.

General Secretary Director Danone Indonesia, Agung Laksamana, mengatakan bahwa dalam situasi bencana, kepedulian dan kebersamaan menjadi kekuatan penting untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

“Ketika saudara-saudara kita menghadapi bencana, kita semua adalah bagian dari Indonesia yang sama. Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat bergotong royong dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Danone Indonesia mendukung upaya Kemen PPPA bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra untuk membantu masyarakat terdampak, khususnya perempuan dan anak,” ujar Agung.

Baca juga : Freeport Salurkan Bantuan Rp 2,5 Miliar untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Dalam rangkaian kegiatan bersama Kemen PPPA, Danone Indonesia turut menyediakan dukungan hidrasi dan nutrisi untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Dukungan tersebut disalurkan melalui koordinasi dengan Kemen PPPA berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Dukungan melalui Kemen PPPA tersebut merupakan bagian dari bantuan yang sejak awal masa tanggap darurat telah disalurkan Danone Indonesia secara bertahap melalui berbagai jalur pemerintah dan kemanusiaan, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta mitra lokal di wilayah terdampak.

Secara keseluruhan, sekitar 5.000 karton produk hidrasi dan nutrisi telah disalurkan secara bertahap melalui berbagai mitra untuk masyarakat terdampak. Penyaluran dilakukan berdasarkan koordinasi dan kebutuhan di lapangan agar menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu masyarakat NTT.

“Yang kami lakukan merupakan bagian kecil dari ikhtiar bersama. Kami percaya semangat saling membantu dan gotong royong adalah kekuatan bangsa Indonesia ketika menghadapi masa-masa sulit. Kami berharap masyarakat terdampak dapat segera melalui masa sulit ini dan secara bertahap kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” tambah Agung.

Danone Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Kemen PPPA, pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan berbagai mitra untuk mengikuti perkembangan kebutuhan di lapangan serta mengambil bagian, sesuai kapasitas perusahaan, dalam upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.