Dark/Light Mode

500 Orang Diduga Keracunan MBG Di Sidoarjo, BGN Langsung Turun Tangan

Kamis, 3 September 2026 07:50 WIB
Santri yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG mendapatkan penanganan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq/kye)
Santri yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG mendapatkan penanganan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq/kye)

 Sebelumnya 
Gus Wahid mengatakan, pesantren saat ini memprioritaskan penanganan kesehatan para santri yang terdampak. Pihaknya belum memutuskan apakah kegiatan pembelajaran akan dihentikan atau tetap berlangsung.

Keputusan tersebut akan diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan para santri. Pesantren juga mendirikan posko untuk memantau kondisi kesehatan santri serta berkoordinasi dengan para wali santri selama proses penanganan.

“Kami sudah mendampingi beliau-beliau (wali santri), semuanya sudah paham. Mungkin Anda akan naik kelas. Berkah dari musibah ya. Kita positive thinking saja pada Allah,” katanya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan, tidak ada korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo yang meninggal dunia. Para korban kini menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Baca juga : Buntut Asap Karhutla, Udara Di Kalimantan Ada Di Level Bahaya

Emil terus berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo, pengurus ponpes dan pihak rumah sakit. Dia juga menyempatkan diri menjenguk langsung para korban.

“Kami mengapresiasi Rumah Sakit Notopuro, Kadinkes, BPBD Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo yang sudah sigap. Sehingga jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini dalam waktu sangat pendek semua bisa ditangani, tak ada yang terbengkalai,” kata Emil yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Jatim saat mengunjungi korban di RSUD Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026) malam hingga dini hari.

Untuk pasien yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan seperti asma maupun alergi tertentu, Emil memastikan akan diberikan penanganan khusus. “Ada santri yang alergi obat, itu juga sudah ada penanganan sendiri,” katanya.

Senada, Bupati Sidoarjo Subandi memastikan tidak ada santri yang meninggal dunia akibat dugaan keracunan MBG. Dia mengaku telah mendatangi sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan para santri.

Baca juga : AS-Iran Saling Ngebom Lagi, Negara Teluk Kena Getahnya

Menurut Subandi, seluruh pasien menunjukkan perkembangan positif.

“Anak-anak kami yang tiba di rumah sakit sudah termonitor. Sementara hanya diare, sudah turun semua. Yang sembuh sudah dipulangkan, jadi tak ada yang meninggal,” kata Subandi di RSUD Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026) malam.

Di sisi lain, Subandi mengungkapkan, masih ada 31 SPPG di wilayahnya yang belum mengantongi izin. Jumlah tersebut berasal dari total 170 SPPG yang berdiri di Sidoarjo.

Subandi pun meminta BGN meningkatkan pengawasan terhadap seluruh SPPG untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Baca juga : 2 Hari, Kejagung Periksa 9 Saksi

Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia mengatakan, proses pengolahan makanan MBG dilakukan seperti biasa. Proses memasak dimulai sekitar pukul 00.00 WIB, sedangkan makanan dikirim sekitar pukul 11.00 WIB.

Rafli juga mengungkapkan adanya laporan korban dari luar pondok pesantren. Sebanyak lima siswa SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 dilaporkan mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.

“Mohon maaf, saya sangat menyesal,” kata Rafli kepada wartawan, Rabu (2/9/2026). [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.