Dark/Light Mode

Ahli ITB Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau Bagi Kualitas Air Dan Tanah

Selasa, 8 September 2026 11:53 WIB
Dosen Kelompok Keahlian Teknik Sumber Daya Air, FTSL ITB, Ir. Joko Nugroho, S.T., M.T., Ph.D. Foto: Ist
Dosen Kelompok Keahlian Teknik Sumber Daya Air, FTSL ITB, Ir. Joko Nugroho, S.T., M.T., Ph.D. Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya memuntahkan material vulkanik di sekitar pusat letusan. Material berupa abu halus tersebut juga berpotensi memicu lahar hingga merusak kualitas air jika berinteraksi dengan hujan lebat.

Dosen Kelompok Keahlian Teknik Sumber Daya Air, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung (FTSL ITB), Ir. Joko Nugroho menjelaskan bahwa sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada ukurannya.

Abu berukuran sangat kecil menjadi perhatian utama karena mampu terbawa angin hingga ke wilayah yang sangat jauh dari sumber erupsi.

Penumpukan abu vulkanik di permukaan tanah ternyata mampu menyumbat rongga antarpartikel yang biasanya menjadi jalur resapan air.

Baca juga : Debu Vulkanik Anak Krakatau Bercampur Polusi Jakarta, BMKG: Jangan Lepas Masker

"Abu yang menutupi permukaan bisa membuat air lebih sulit masuk ke tanah, sehingga alirannya di permukaan menjadi lebih besar," jelas Joko dikutip dari laman ITB, Selasa (8/9/2026).

Kondisi tanah yang tertutup abu ini sangat rawan jika berada di wilayah berbukit dengan tingkat curah hujan tinggi. Air hujan akan meluncur cepat di permukaan lereng menuju dataran rendah dan berpotensi menyebabkan banjir akibat peningkatan debit limpasan.

Aliran air permukaan yang deras tersebut tidak mengalir sendirian karena ikut mengangkut endapan material vulkanik menuju alur sungai. Tingginya konsentrasi sedimen yang terbawa air hujan inilah yang mengubah banjir biasa menjadi aliran debris atau lahar dingin.

Aliran bermassa besar ini memiliki daya rusak yang jauh lebih tinggi dan meninggalkan sedimen kasar dalam jumlah masif setelah air surut. "Bahkan di beberapa kasus, jika sudah tertimbun aliran debris hingga mendekati atap akan sulit dibersihkan," ungkapnya.

Baca juga : BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak Menjauhi Wilayah Indonesia

Selain membawa ancaman lahar, paparan abu erupsi turut mengubah kualitas air permukaan secara fisik maupun kimiawi. Masuknya material halus ini membuat air menjadi keruh serta mampu mengubah tingkat keasaman sehingga memerlukan pengolahan khusus sebelum dikonsumsi masyarakat.

Pergerakan material vulkanik ini bahkan tidak berhenti di area daratan saja. Material berukuran paling halus dapat terbawa arus sungai hingga mengendap di kawasan pesisir dan berpotensi memengaruhi morfologi daratan.

Meskipun membawa banyak ancaman turunan, endapan vulkanik ini sebenarnya tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian alam. "Keuntungannya, material vulkanik ini relatif subur karena mengandung material anorganik atau mineral yang dibutuhkan tanaman," tuturnya.

Sebagai langkah mitigasi pascaerupsi, penggabungan data sebaran abu, curah hujan, dan hidrologi sangat diperlukan untuk mendeteksi potensi bahaya sedini mungkin.

Baca juga : 7 Bandara Masih Ditutup, Batuk-batuk Anak Krakatau Mulai Mereda

Sistem pemantauan yang terintegrasi dengan teknologi telemetri akan mempercepat penyampaian peringatan dini terkait ancaman banjir lahar kepada masyarakat luas.

Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga kebersihan fasilitas penampungan air terbuka. "Yang perlu diperhatikan, kita harus hati-hati dalam memanfaatkan air permukaan karena ada potensi paparan abu vulkanik," pesannya.

Selain menjaga jarak dari potensi aliran debris, warga juga diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh isu menyesatkan pascabencana.

Peningkatan literasi kebencanaan dan kepatuhan terhadap informasi dari instansi resmi menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.