Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Dewa United Vs Bhayangkara FC, Egy MV Cs Bidik Tren Positif
- Malam Ini, Bhayangkara Waspadai Kekuatan Lini Tengah Dewa United
- Garudayaksa FC Vs Persik, Duel Sengit Dua Tim Berambisi Bangkit
- MU Trengginas, Carrick Soroti Transisi dan Pertahanan
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Heli Jepang Sudah Di Kalimantan, Malaysia Tawarkan Diri Bantu Padamkan Karhutla
Jumat, 11 September 2026 07:40 WIB
Sebelumnya
Kapal perang Jepang, JS Kunisaki, tiba di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026). Kapal tersebut membawa tiga helikopter CH-47 Chinook beserta kru untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di Kalbar.
Sebelum kapal tiba, tim survei Jepang telah lebih dulu berada di Kalimantan Barat untuk melakukan berbagai persiapan. Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, mengatakan JS Kunisaki telah mencapai perairan Kalbar pada Rabu (9/9/2026).
"Besok (hari ini) merapat ke Kijing, ke Pelabuhan Kijing," kata Rico di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Baca juga : Suratnya Belum Nyampe Di Meja Purbaya, IKN Butuh Tambahan Anggaran 15 Triliun
Setelah merapat, ketiga helikopter tersebut akan menjalani uji penerbangan untuk memastikan kesiapan operasional dari Bandar Udara Supadio, Pontianak.
Untuk sementara, helikopter akan ditempatkan di Pangkalan Udara Supadio di Kubu Raya sebelum dikerahkan ke lokasi dengan titik api terparah.
"Dan mereka akan melaksanakan test flight di Pontianak, memastikan bahwa Chinook CH-47 itu bisa mendarat di Bandar Udara Supadio," ujar Rico.
Baca juga : KPK Finalisasi Penghitungan Kerugian Negara Kasus Iklan
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII Laksamana Muda Sawa mengatakan, TNI AL turut membantu kelancaran kedatangan dan penggunaan aset Jepang tersebut. "Kalau kami dari Angkatan Laut memang membantu proses untuk kelancaran nanti untuk kekuatan prajurit yang akan diturunkan, kemudian jumlah helikopter bombing yang akan diturunkan," sebut Sawa.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus mengatakan, operasi pemadaman akan diawali dengan koordinasi bersama TNI, Polri, dan BNPB. Jika seluruh persiapan berjalan lancar, operasi pemadaman menggunakan helikopter Jepang ditargetkan mulai 11 atau 12 September 2026.
"Pemerintah pusat concern segera mengatasi karhutla ini," ucap Krisantus, Kamis (10/9/2026).
Baca juga : Eva: Saya Sudah Minta BPS Periksa Proses Pendataannya
Selain mengandalkan bantuan Jepang, Krisantus meminta perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) ikut bertanggung jawab dalam pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah konsesinya. "Jangan hanya menonton. Kita ingin semua ikut bergerak membantu pemerintah menangani karhutla," desaknya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya