Dark/Light Mode

Pemilik Kapal Pastikan Life Jacket Bukan Milik Kapal Yang Hilang Kontak

Jumat, 11 September 2026 21:15 WIB
Pemilik kapal Arupadatu, Sandi (tengah) saat memberikan keterangan di Polda Banten, Jumat (11/9/2026). (Foto: Dok. Bidhumas Polda Banten)
Pemilik kapal Arupadatu, Sandi (tengah) saat memberikan keterangan di Polda Banten, Jumat (11/9/2026). (Foto: Dok. Bidhumas Polda Banten)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polda Banten menyampaikan update perkembangan terbaru terkait operasi pencarian rombongan awak kapal dan wartawan yang hingga saat ini masih mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan, bahwa sebelumnya, beredar informasi mengenai ditemukannya sebuah life jacket di perairan sekitar Anyer.

"Benda tersebut telah diamankan oleh tim  SAR untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," ujar Maruli dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Baca juga : Polda Banten: Temuan Pelampung Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Sementara itu, pemilik kapal, Sandi menjelaskan bahwa life jacket yang ditemukan tersebut dipastikan bukan merupakan perlengkapan milik kapal Arupadatu 1 yang digunakan oleh rombongan yang dilaporkan hilang kontak.

Life jacket yang ditemukan tim bukan milik kapal Arupadatu 1 karena berbeda dengan yang saya miliki. Saya mengambil pembanding dari perlengkapan yang ada di Arupadatu 2. Perbedaannya terlihat dari bagian resleting, grip, maupun bahannya, dapat dipastikan bahwa life jacket life jyang ditemukan tersebut tidak berkaitan dengan perlengkapan yang berada di speedboat Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak,” kata Sandi.

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol. I Gusti Gede Dharma Arimbawa menjelaskan, bahwa Polda Banten terus melakukan proses antemortem sebagai bagian dari upaya memastikan identitas apabila nantinya ditemukan korban dalam operasi pencarian.

Baca juga : Operasi SAR H.3: Life Jacket Ditemukan, Terkait 5 Jurnalis Hilang?

"Dalam penanganan korban bencana, proses identifikasi dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain pemeriksaan tempat kejadian perkara, pengumpulan data antemortem, pemeriksaan postmortem, serta rekonsiliasi," kata Dharna.

Dharma menambahkan, untuk proses antemortem, Polda Banten telah mendapatkan delapan data dari keluarga korban.

"Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data postmortem apabila ditemukan korban. Apabila data antemortem dan postmortem telah sesuai atau matching, barulah dapat dinyatakan identitas korban,” katanya.

Baca juga : Pencarian Rombongan Media di Anak Krakatau, Polda Banten Siapkan Pos Antemortem

Lebih lanjut Maruli mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Untuk perkembangan operasi pencarian, kami meminta masyarakat mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh Polda Banten maupun tim SAR gabungan," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor