Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Soal RUU Ketenagakerjaan, Koalisi Buruh Buka Ruang Dialog Hingga 22 September
- Karhutla Menurun, Menhut Dorong Kolaborasi Diperkuat
- B50 Sudah Mengalir Di 6.050 SPBU, ESDM Perkuat Pengawasan
- BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora
- PLN Indonesia Power Raih 97 Penghargaan ENSIA 2026
BNPB Catat 3 Karhutla Di Sulawesi & Jawa, 1 Petugas Meninggal
Rabu, 16 September 2026 15:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia pada periode Selasa (15/9/2026) hingga Rabu (16/9/2026), dengan satu petugas meninggal dunia saat melakukan pemadaman di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kejadian karhutla masih menjadi salah satu bencana yang perlu diwaspadai seiring kondisi sebagian wilayah yang mudah terbakar dan curah hujan yang relatif rendah.
"BNPB terus mendukung upaya pemadaman di berbagai wilayah, khususnya enam provinsi prioritas, sekaligus memantau kondisi kekeringan yang dialami sejumlah wilayah," kata Berton dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, karhutla terjadi pada Selasa (15/9/2026) di Desa Rangas, Kecamatan Banggae. BPBD Kabupaten Majene melaporkan sekitar tiga hektare lahan terdampak kebakaran.
Baca juga : Menhut: Banpres Karhutla Bentuk Perhatian Prabowo untuk Sumsel
Upaya pemadaman dilakukan pada hari yang sama dan tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Selasa sekitar pukul 12.20 WITA. Kebakaran melanda Kelurahan Temmassarangnge dan Macinnae di Kecamatan Paleteang serta Kelurahan Salo di Kecamatan Watang Sawitto.
Dalam proses pemadaman, satu petugas meninggal dunia. Sementara itu, BPBD Kabupaten Pinrang masih melakukan asesmen untuk mengetahui luas wilayah yang terdampak. Api berhasil dipadamkan pada Selasa.
Sementara itu, di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, karhutla terjadi pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB. Kebakaran melanda lahan Perhutani petak 114 C di Dusun Ngrandu, Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, dengan luas lahan terbakar sekitar tiga hektare.
Baca juga : Klasifikasi Polusi Udara Akibat Kebakaran Hutan
Petugas gabungan yang dipimpin BPBD berhasil melakukan pemadaman pada hari yang sama.
Berton mengatakan BNPB juga memantau potensi karhutla berdasarkan prediksi tingkat kemudahan terbakar lapisan atas permukaan tanah hingga 17 September 2026.
Sejumlah wilayah di Pulau Jawa, sebagian Sumatra, Kalimantan, dan kawasan Indonesia bagian timur diprediksi berada pada kategori sangat mudah hingga mudah terbakar.
"Pengendalian dan penanganan karhutla dapat berjalan optimal dengan langkah pencegahan dini. Masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan sekitar sehingga dampak asap dapat diminimalkan sedini mungkin," ujarnya.
Baca juga : Hotspot Nasional Tembus 1.437 Titik, Riau Tetap Nihil
Selain potensi karhutla, BNPB turut memantau ancaman kekeringan di sejumlah daerah. Prediksi curah hujan menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori menengah hingga rendah.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan terhadap ancaman karhutla dan kekeringan.
Dalam menghadapi kondisi kekeringan, masyarakat diminta menggunakan sumber air secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan esensial.
"Masyarakat dapat mendaur ulang dan memanfaatkan kembali air yang masih layak digunakan serta tidak mengandung bahan kimia keras," kata Berton.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya