Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gambut Jadi Tantangan, Pemerintah Perkuat Pasukan Darat Tangani Karhutla Kalbar
Sabtu, 5 September 2026 03:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat operasi darat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar), terutama untuk menghadapi kebakaran di kawasan lahan gambut.
Langkah tersebut dilakukan karena operasi darat dinilai lebih efektif untuk menangani api secara langsung di lapangan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan penanganan karhutla di Kalbar terus dilakukan melalui operasi darat dan udara.
Berdasarkan data penanganan, dari estimasi 802,17 hektare lahan yang terbakar, Satgas Darat telah berhasil memadamkan 429,90 hektare.
Baca juga : Redakan Asap Kalbar, Pemerintah Maksimalkan Potensi Awan Hujan 4–8 September
“Satgas Darat berhasil memadamkan yang luas. Sisa kebakaran hari ini kalau tidak ada kebakaran yang baru, dipadamkan oleh Satgas Darat sebetulnya itu sudah bisa selesai,” ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Pontianak, Jumat (4/9/2026).
Menurut Suharyanto, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla.
Operasi water bombing dari udara tidak selalu efektif untuk menangani kebakaran di lahan gambut. Karena itu, kekuatan pasukan darat tetap menjadi tumpuan utama dalam penanganan di lapangan.
“Sehingga tetap tumpuannya adalah di Satgas Darat untuk operasi penanganan karhutla ini. Satgas Darat ini memang menjadi tumpuan utama,” jelasnya.
Baca juga : Menhut: Keikhlasan Keluarga Jadi Kekuatan Manggala Agni Hadapi Karhutla
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, pasukan darat menjadi salah satu kekuatan utama pemerintah dalam menghadapi karhutla di Kalbar.
Ia meminta pengerahan personel dilakukan melalui pemetaan yang lebih detail dengan mempertimbangkan sebaran titik panas (hotspot) dan kebutuhan di setiap wilayah.
“So far ini yang paling efektif nih pasukan darat. Oleh karena itu, nanti mohon di-mapping secara lebih detail,” pinta Raja Juli.
Menurutnya, pemetaan perlu mencakup kebutuhan personel dan peralatan di setiap wilayah.
Baca juga : BAZNAS Terjunkan Tim Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Ia mencontohkan Ketapang dan Kubu Raya perlu dipetakan berdasarkan jumlah hotspot serta kebutuhan pasukan, sehingga personel maupun peralatan dapat digeser ke lokasi yang membutuhkan.
“Kurang nggak orangnya? Alatnya kurang nggak di sana? Kalau orangnya ternyata lebih, berarti kita pindahkan ke tempat lain yang memang masih kurang,” ujarnya.
Raja Juli menegaskan, operasi darat akan terus berjalan bersamaan dengan upaya penanganan lainnya, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing.
“Pasukan darat, ini andalan kita ya, sambil menunggu OMC atau hujan beneran ketika nanti musim hujan datang,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya