Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tangsel Perkuat Pos Gizi Berbasis Masyarakat Untuk Cegah Stunting
Kamis, 24 September 2026 10:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, memperkuat penanganan stunting berbasis masyarakat melalui pengembangan Pos Gizi di seluruh kecamatan sebagai wadah edukasi dan pendampingan pemenuhan gizi ibu dan anak.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan Pos Gizi menjadi salah satu upaya pemerintah memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
"Pos Gizi bukan hanya tempat pemberian makanan tambahan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bermain dan tumbuh," ujar Pilar.
Ia menjelaskan pemenuhan gizi yang baik selama periode 1.000 HPK berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak, pertumbuhan fisik, serta daya tahan tubuh.
Baca juga : SISGITA Tangsel Direplikasi 58 Daerah, Gubernur Banten: Bisa Perkuat PAD
Program Pos Gizi di Kota Tangerang Selatan telah berjalan sejak 2023 dan terus dikembangkan dengan sasaran yang lebih tepat. Pemkot Tangsel menargetkan setiap kecamatan memiliki sedikitnya dua Pos Gizi yang didukung kader kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, makanan bergizi tambahan disiapkan melalui kerja sama dengan pelaku UMKM lokal yang telah memenuhi kualifikasi. Menu yang diberikan juga diawasi ahli gizi dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan gizi sasaran.
Program tersebut terutama menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah yang membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak.
Pilar yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Tangerang Selatan mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai intervensi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian penanganan stunting di daerah tersebut.
Baca juga : 13% Pelajar Tangsel Anemia, Pemkot Perkuat Pemberian Tablet Tambah Darah
"Alhamdulillah, angka prevalensi stunting di Tangerang Selatan menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, capaian ini tidak membuat kita berhenti. Pemerintah akan terus memperkuat program agar kualitas sumber daya manusia Tangsel semakin sehat, unggul, dan berdaya saing," katanya.
Menurut dia, pengembangan Pos Gizi merupakan bagian dari penguatan intervensi berbasis masyarakat. Selain pemberian makanan bergizi tambahan, kegiatan di Pos Gizi juga mencakup edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi serta penyediaan ruang bermain yang aman bagi anak.
Pemkot Tangerang Selatan menargetkan sebanyak 109 Pos Gizi dapat tersebar di seluruh wilayah pada 2029.
Pilar mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari kader kesehatan, tokoh masyarakat dan lingkungan, pelaku UMKM, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Baca juga : Angka Stunting Sudah Turun, Tapi Tetap Harus Menjadi Perhatian
Ia mengapresiasi para kader kesehatan, tokoh lingkungan, dan masyarakat yang selama ini turut mendukung pelaksanaan Pos Gizi. "Kolaborasi ini penting untuk memastikan program penanganan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya