Dark/Light Mode

Berkaca Dari Gempa Tibet

Daryono Ingatkan Tingginya Risiko Gempa Kerak Dangkal di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 15:56 WIB
Peta lokasi gempa M7,0 Tibet, China. (Foto: IG Daryono)
Peta lokasi gempa M7,0 Tibet, China. (Foto: IG Daryono)

 Sebelumnya 
Pelajaran berikutnya gempa Tibet adalah pentingnya kualitas bangunan tahan gempa. Daryono bilang, besarnya magnitudo bukan satu-satunya faktor penentu korban dan kerusakan. Kedalaman gempa, jarak terhadap sumber, kondisi tanah, topografi, kepadatan permukiman, dan terutama ketahanan struktur bangunan sangat memengaruhi tingkat risiko.

"Banyak korban gempa akibat tertimpa bangunan runtuh. Karena itu, penerapan standar bangunan tahan gempa, pemeriksaan bangunan eksisting, dan penguatan bangunan rentan harus menjadi prioritas mitigasi," terang Daryono.

Tantangan Kondisi

Baca juga : Gempa M7,0 Guncang Tibet China, 16 Tewas 65 Terluka

Dalam pandangan Daryono, gempa Tibet juga menunjukkan bahwa daerah terpencil dan pegunungan memiliki tantangan penanganan bencana yang lebih kompleks. Kondisi serupa dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki akses jalan terbatas, medan berat, dan kerentanan terhadap longsor akibat guncangan gempa.

Kesiapan jalur evakuasi, komunikasi darurat, logistik, fasilitas kesehatan, serta kemampuan masyarakat melakukan pertolongan awal menjadi faktor penting untuk mengurangi korban jiwa.

Baca juga : Jarak Waktu Gempa Sumba dan Aceh Tak Sampai 42 Menit, Apakah Ini Gempa Berantai?

"Gempa merupakan fenomena alam yang tidak dapat dicegah, tetapi dampak buruknya dapat dikurangi. Kita tidak dapat menghentikan pergerakan lempeng tektonik dan belum mampu memprediksi secara tepat kapan gempa kuat akan terjadi. Namun, kita dapat membangun rumah yang lebih aman, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, dan meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana," jelas Daryono.

"Pada akhirnya, inti keberhasilan mitigasi gempa adalah diukur dri seberapa banyak nyawa yang dapat diselamatkan ketika gempa mengguncang," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.