Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Silatnas Sambut Satu Abad, Alkhairaat Perkuat Kerukunan Dan Nasionalisme
Jumat, 30 Oktober 2026 11:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alkhairaat menjadi momentum memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan menjelang satu abad kiprahnya pada 2027.
Selain mencetak generasi terdidik, organisasi yang berpusat di Palu, Sulawesi Tengah, ini ingin terus berkontribusi menjaga kerukunan dan memperkokoh nasionalisme.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, H. Mohsen Alaydrus, mengatakan, Alkhairaat sejak awal berdiri tumbuh dari kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan.
Pendekatan dakwah pendirinya, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua, mendorong masyarakat terlibat langsung mendirikan lembaga pendidikan.
Menurut Mohsen, pendekatan tersebut membuat Alkhairaat berkembang melalui dukungan dan keinginan masyarakat. Peran organisasi pun tidak terbatas pada pendidikan dan keagamaan, tetapi juga mencakup kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Alkhairaat tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga lembaga pendidikan dan lembaga sosial kemasyarakatan,” ujarnya di Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Baca juga : Usung Nasionalisme Kenusantaraan, PKN: Otonomi Daerah Wajib Dipertahankan
Mohsen menjelaskan, Alkhairaat memiliki struktur organisasi yang dilengkapi badan otonom serta sejumlah lembaga pendukung, antara lain Dewan Pembina, Dewan Ulama, dan Dewan Pakar. Organisasi ini juga memiliki perwakilan di Jakarta untuk mendekatkan kiprahnya dengan pusat informasi dan pemerintahan.
Dia menegaskan, rangkaian kegiatan menuju satu abad Alkhairaat menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali peran organisasi dalam menjaga harmoni masyarakat, terutama di kawasan Indonesia Timur dan Tengah.
Alkhairaat juga ingin memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan kelompok masyarakat di Nusantara. Menurut Mohsen, nilai keagamaan dan nasionalisme tidak seharusnya dipertentangkan.
Ketaatan terhadap agama harus berjalan seiring dengan kecintaan terhadap bangsa. “Jangan sampai ketaatan kepada agama dipertentangkan dengan nasionalisme. Keduanya harus berjalan bersama,” tegasnya.
Dia berharap, momentum menuju satu abad Alkhairaat dapat memperkuat komitmen organisasi dalam mengembangkan pendidikan, membina akhlak masyarakat, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan jiwa kebangsaan.
Ketua Panitia Silatnas Alkhairaat, Samsudin M. Pay, mengatakan, Silatnas tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk meletakkan fondasi kuat bagi organisasi dalam menghadapi tantangan abad berikutnya.
Baca juga : Sumpah Menjaga Kekayaan Alam untuk Kepentingan Rakyat
Menurut Samsudin, meski lahir dan berkembang di Sulawesi Tengah, kiprah Alkhairaat telah meluas ke berbagai wilayah Nusantara melalui pendidikan dan dakwah.
“Silatnas ini akan memperkokoh peran Alkhairaat menyambut satu abad dan ingin meletakkan fondasi kuat menghadapi abad berikutnya,” ujar Samsudin.
Dia menyebut, Alkhairaat berdiri pada 1930 dan dirintis oleh Guru Tua. Melalui dakwah, Guru Tua menanamkan nilai-nilai tauhid sekaligus mendorong masyarakat mendirikan madrasah untuk memperluas akses pendidikan.
Saat ini, kata Samsudin, terdapat sekitar 2.000 madrasah diniyah awaliyah Alkhairaat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama kawasan timur.
Alkhairaat juga menaungi lembaga pendidikan dari jenjang sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas dan madrasah aliyah, serta Universitas Alkhairaat di Palu.
Selain pendidikan, organisasi ini memiliki rumah sakit yang bergerak di bidang pelayanan sosial dan kesehatan. Keberadaan jaringan lembaga tersebut menjadi bagian dari kontribusi Alkhairaat dalam mencerdaskan masyarakat selama hampir satu abad.
Baca juga : Arogansi Mayoritas
Samsudin berharap, kiprah itu terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dalam rangkaian menyambut satu abad Alkhairaat, panitia menyiapkan sejumlah agenda, di antaranya seminar nasional pada 30 November.
Puncak kegiatan Silatnas juga direncanakan berlangsung pada malam harinya. Samsudin mengatakan, sejumlah menteri telah mengonfirmasi kehadiran. Panitia juga berharap Presiden atau Wakil Presiden dapat hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, Silatnas diharapkan memperkuat arah perjuangan Alkhairaat dalam menghadapi satu abad kiprahnya. Pendidikan, dakwah, kerukunan, dan nasionalisme menjadi bagian penting dari upaya melanjutkan warisan Guru Tua.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Alkhairaat ingin memastikan kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa terus berlanjut, sekaligus memperkokoh persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya