Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Ancaman pencemaran udara juga menjadi perhatian Assoc. Prof. Nilesh D. Wagh dari Department of Environmental Sciences, Somaiya Vidyavihar University, India.
Dia menyoroti risiko partikel halus PM2.5 dan PM10 terhadap kesehatan masyarakat. Menurut dia, penanganan pencemaran udara membutuhkan pemantauan berkelanjutan, regulasi yang kuat, penegakan hukum, serta keterbukaan informasi kepada publik.
"Pemantauan kualitas udara harus dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang memadai mengenai tingkat pencemaran dan risiko paparan yang dihadapi," menjadi salah satu pokok penjelasan Wagh.
Baca juga : Menteri Jumhur Ajak Serikat Pekerja PLN Selamatkan Ekosistem Hijau Danau Toba
Dari sisi pengembangan teknologi, dosen Program Studi Manajemen Lingkungan UNJ, Dr. Mutia Delina, M.Si., memperkenalkan penelitian pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan robot bawah air atau Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) untuk mendeteksi sampah plastik di perairan.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi keberadaan sampah plastik di lingkungan perairan. Pengembangan berikutnya diarahkan pada penyempurnaan sistem kendali, komunikasi nirkabel, dan penambahan wadah penampung sampah.
"Pemanfaatan kecerdasan buatan dan robot bawah air diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi untuk mendukung pemantauan serta penanganan sampah plastik di perairan," demikian penjelasan Mutia mengenai arah pengembangan penelitiannya.
Baca juga : Menteri Jumhur Dorong Aksi Lingkungan Berdampak Nyata
Beragam perspektif yang disampaikan dalam ICE3SHT 2026 memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak disiplin ilmu dan kerja sama lintas sektor.
Bagi UNJ, konferensi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperluas jejaring penelitian dengan institusi di berbagai negara.
Makalah yang memenuhi tahapan penilaian dan persyaratan publikasi akan diterbitkan dalam prosiding internasional ber-ISBN. Panitia juga memfasilitasi pemakalah yang berminat memublikasikan hasil penelitian pada jurnal terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi.
Baca juga : KSPSI Imbau Demo Mahasiswa Besok Berlangsung Damai
Batas akhir pengumpulan makalah lengkap ditetapkan pada 10 November 2026.
Melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan inovasi, konferensi tersebut diharapkan dapat mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan kebijakan dan persoalan nyata di lapangan. Dengan demikian, kota tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga garda terdepan dalam membangun ketahanan menghadapi perubahan iklim.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya