Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Guru Besar Dukung Bahlil Bangun Storage Minyak, Target Cadangan 60 Hari
Sabtu, 7 November 2026 20:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude storage) di sejumlah wilayah Sumatra mendapat respons positif dari kalangan akademisi.
Kebijakan yang ditargetkan mampu menopang ketersediaan stok minyak hingga 60 hari itu dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus melindungi perekonomian nasional dari gejolak global.
Pakar ekonomi sekaligus Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring, menilai peningkatan kapasitas penyimpanan minyak merupakan langkah penting untuk mengantisipasi krisis pasokan energi dunia.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan cadangan energi yang lebih kuat agar aktivitas industri dan perekonomian nasional tidak mudah terganggu ketika terjadi gejolak geopolitik maupun gangguan pasokan minyak global.
Baca juga : Bahlil: Tak Ada Pengkhianat dalam Diri Kita, Orang Timur Setia
"Saya mendukung target pemerintah memperluas kapasitas penyimpanan minyak dari sekitar 20 hari menuju 60 hari," kata Murpin saat dihubungi, Sabtu (7/11/2026).
Murpin menjelaskan, peningkatan cadangan minyak akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengantisipasi gangguan impor, memperkuat posisi tawar dalam pembelian minyak, serta mengurangi risiko terhentinya aktivitas industri.
Namun, dia mengingatkan, target 60 hari tersebut masih membutuhkan kesiapan infrastruktur dan pengelolaan stok yang optimal.
"Energy security is national security," ujarnya.
Baca juga : Digosipkan Terlibat Penyadapan Presiden, Bahlil Ancam Somasi 3x24 Jam
Menurut Murpin, pembangunan fasilitas penyimpanan minyak juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila biaya investasi yang dikeluarkan lebih kecil dibandingkan potensi kerugian akibat gangguan pasokan energi yang berhasil dihindari.
Karena itu, pemerintah perlu memperhitungkan seluruh komponen biaya, mulai dari pembangunan fasilitas, pembebasan lahan, pengisian cadangan, pemeliharaan, hingga mekanisme pelepasan stok minyak saat keadaan darurat.
Dia juga mengingatkan agar pelaksanaan kebijakan memperhatikan aspek keekonomian, transparansi investasi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Pemerintah harus memastikan pembangunan fasilitas penyimpanan benar-benar meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi krisis energi, bukan sekadar menambah kapasitas infrastruktur tanpa dukungan stok minyak yang memadai.
Baca juga : Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan
Murpin menegaskan, keberhasilan strategi Bahlil dalam memperkuat cadangan energi harus diukur dari kemampuan Indonesia menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi ketika terjadi gangguan pasokan global.
Pembangunan infrastruktur penyimpanan minyak dan diversifikasi energi, lanjutnya, perlu disertai target terukur, pengawasan independen, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kedaulatan energi tidak diukur dari berapa 'tangki' diresmikan, melainkan berapa lama ekonomi tetap bergerak ketika dunia mengalami turbulensi," pungkasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya