Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Tengah Pandemi, Ekonomi Maluku Tumbuh Positif 1,52 Persen
Jumat, 21 Agustus 2020 08:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Provinsi Maluku berhasil mencatat kinerja ekonomi yang positif di tengah pandemi Covid-19. Sampai kuartal kedua tahun 2020, ekonomi Maluku tumbuh positif di angka 1,52 persen.
Hal ini disampaikan Gubernur Maluku, Murad Ismail di Ambon pada Kamis (20/8), seperti dikutip gesuri.id.
"Ekonomi Maluku memang mengalami pertumbuhan yang cukup baik sebesar 1,52 persen, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang mengalami minus 5,32 persen," kata Murad.
Baca juga : Penumpang Angkutan Umum Naik 6,25 Persen
"Namun, harus diakui perkembangan situasi ke depan masih sulit diprediksi. Sehingga, semua pihak harus bekerja secara tegas, jujur, bersih dan melayani," imbuhnya.
Murad juga mengungkapkan, angka pengangguran dan tingkat kemiskinan di Provinsi Maluku per Maret 2020 mengalami penurunan.
"Ini bukti kerja keras kita bersama. Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan dan anggota DPRD provinsi, Forkopimda, para bupati dan wali kota," tandasnya.
Baca juga : Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Pelindo 3 Siapkan Inisiatif dan Insentif
Sementara itu, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury mengatakan, di usia 75 tahun provinsi ini masih banyak problematika pembangunan, kemasyarakatan, dan kemanusiaan, yang secara nasional semakin kompleks.
Lucky menyebut, masyarakat Maluku sudah cukup lama berada pada situasi dan kondisi yang tertinggal, dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Berbagai persoalan yang dihadapi Pemprov Maluku antara lain meliputi masalah kemiskinan, rendahnya mutu pendidikan, dan pelayanan dasar yang masih jauh di bawah standar nasional.
Ratusan ribu kepala keluarga masih tinggal di rumah tidak layak huni, serta terdegradasinya nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, membuat masyarakat Maluku terus tertinggal.
Baca juga : Jaga Stabilitas Ekonomi, BI Tahan Suku Bunga Di Level 4 Persen
"Kalau tidak segera berbenah diri menyongsong masa depan, maka anak-anak cucu kita tidak akan maju dan berkembang seperti daerah lainnya," tegas Wattimury. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya