Dark/Light Mode

Anak Muda Butuh Gagasan Alternatif, Budiman Sudjatmiko: Kita Tawarkan Trisakti ABC

Rabu, 26 Agustus 2020 11:17 WIB
Budiman Sudjatmiko/Ist
Budiman Sudjatmiko/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko mengusulkan satu gagasan dalam menyambut 100 tahun Indonesia merdeka di 2045. Gagasan ini utamanya dia peruntukkan bagi kaum muda yang saat ini tengah mencari tawaran alternatif tentang masa depan negeri. 

“Kita tawarkan Trisakti ABC,” ungkap Budiman yang merujuk pada konsepsi Trisakti ala Bung Karno yang disampaikannya dalam diskusi daring bertajuk Seabad Kita Merdeka: Menggagas dan merancang Indonesia 2045, Selasa (25/8).

Menurut dia, Trisakti ABC ini mencakup tiga ide penting yang terdiri atas 3A (Alami, Asasi, Abadi), 3B (Berdana, Berdata, Berdaya) dan 3C (Cinta, Cita, Cipta). 

Budiman menjelaskan, 3A terkait gerakan selaras dengan alam, pemerataan akses ekonomi dan keberlanjutan.

Baca juga : Manfaatkan Peluang Industri 4.0, Budiman Sudjatmiko Usul Dibentuk Silicon Village

Sementara 3B terkait penghasilan masyarakat yang mencukupi, terjaminnya hak atas data, dan akses pengembangan diri. 

Sedangkan 3C berhubungan dengan kemunculan generasi, kaya ide-ide futuristik dan kemampuan menciptakan inovasi yang dipersembahkan kepada masyarakat.

Ikhtiar merancang Indonesia 2045, menurut Budiman, bukan semata seremonial, namun mesti menjadi sebuah gerakan bersama. Terlebih, pada era industri 4.0, Indonesia masih punya peluang menjadi pemain penting dalam artificial intelligence, quantum computer dan block chain di masa depan. 

“Sebelum kita membeli produk teknologi, kita berpikir jangan-jangan kita bisa membuatnya. Membuat dengan tujuan, cinta, cita-cita dan apa yang bisa kita ciptakan,” tutur Budiman.

Baca juga : Gagas Energi Bagikan Sembako Untuk Pelanggan Gasku Di Batam

Dia juga menggarisbawahi, ide Trisakti ABC tersebut pada gilirannya bertujuan menyelamatkan manusia dan kemanusiaan melalui pengetahuan dan kesejahteraan. 

Dalam kesempatan ini, ahli filsafat Karlina Supelli mengungkapkan, bisa saja konsep menyelamatkan manusia dan kemanusiaan menjadi pijakan dalam merancang Indonesia 2045. Namun, harus diturunkan dalam langkah-langkah konkrit. 

“Maka, diperlukan bingkai kerja untuk menerobos cara berpikir yang selama ini terkotak-kotak,” kata Karlina.

Agar Indonesia tidak menjadi objek kemajuan, Budiman menggarisbawahi perlunya generasi yang radikal dalam ilmu pengetahuan. Radikal bukan dalam pengertian menciptakan teknologi yang merusak, namun lebih kepada mencari akar masalah di seluruh sektor.

Baca juga : Anies Baswedan Pernah Bilang Tak Akan Khianati Prabowo

Selain itu, modal utama yang dibutuhkan dalam menyongsong 2045 adalah imajinasi warga bangsa. 

“Karena budaya juga butuh imajinasi manusia yang kemudian menghasilkan perilaku. Jadi, kita perlu berimajinasi, berpengetahuan dan berkolaborasi,” pungkas Budiman. [REN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.