Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Kecam Aksi Vandalisme Mushola di Tangerang
Romo Benny: Nilai Sakral Rumah Ibadah Wajib Dihormati
Rabu, 30 September 2020 18:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo menyatakan kegeramannya terhadap aksi vandalisme mushola di Pasar Kemis, Tangerang-Banten.
Aksi tersebut dinilai telah melanggar sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. “Ini merupakan tindakan tidak terpuji. Sudah jelas telah melanggar Sila pertama,” kata Benny, Rabu (30/9).
Baca juga : Kondisi Raja Malaysia Stabil, Tak Ada Komentar Soal Anwar Ibrahim
"Tindakan ini tidak diperbolehkan oleh siapa pun, agama apa pun, suku apa pun. Karena semua orang memilki tanggung jawab untuk menjaga, memelihara dan melindungi tempat ibadah. Sehingga, nilai-nilai sakral rumah ibadah wajib dihormati," imbuhnya.
Alumnus Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang itu juga menilai, pelaku vandalisme tersebut tidak memilki kaidah-kaidah moral. Harus ada tindakan tegas dari aparat kepolisan. “Makanya, ini tugas kepolisian untuk mengungkap tuntas motif para pelaku melakukan tindakan ini. Terpenting, proses di pengadilan harus transparan. Sehingga, tidak menimbulkan kecurigaan publik," tandas Benny,
Baca juga : WHO Puji Arab Saudi
Warga Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dihebohkan dengan aksi vandalisme yang dilakukan orang tidak dikenal di Mushola Darussalam, Selasa (29/9) sore.
Tak hanya mencoret-coret dinding dan lantai mushala dengan cat semprot, pelaku juga menyobek Al Quran. Video penampakan kondisi Mushola Darussalam yang dicoret-coret pun tersebar luas dan viral di media sosial. Kasus tersebut kini telah ditangani kepolisian setempat, dan sejumlah pelaku sudah diamankan. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya