Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peningkatan Literasi Penting Untuk Perbaiki Kualitas SDM Di Merauke
Selasa, 27 Oktober 2020 14:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kabupaten Merauke terus menggenjot perbaikan kualitas sumber daya masyarakat. Hal ini didasari keinginan agar ke depan masyarakat di Merauke tidak hanya mengandalkan sumber daya alam yang dimiliki.
"Kita jangan bangga dengan potensi sumber daya alam tetapi tidak mampu mengelola dan tidak berdampak pada nilai tambah daerah," ungkap Sekda Merauke Ruslan Ramli pada Talkshow “Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat” yang digelar Perpustakaan Nasional (Perpusnas), di Merauke, Papua, Selasa, (27/10).
Baca juga : Catat, Ini 5 Lokasi Perpanjang SIM Di Jakarta
Ruslan melanjutkan, jumlah anggaran Dinas Perpustakaan tidak besar dibanding dengan alokasi pendidikan yang konsisten sebesar 20 persen. Namun, dirinya berharap Dinas Perpustakaan dapat mensinergikan program. Tidak berjalan sendiri. "Jangan kontraproduktif," pesannya.
Permasalahan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Provinsi Papua. Pernyataan tersebut diungkap Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Provinsi Papua Christian Sohilait. Bahkan, permasalahan tersebut diangkat ke media massa setiap harinya agar mendapat perhatian dan solusi dari semua pihak.
Baca juga : JK Saksikan Kerja Sama Pendirian Museum Nabi Muhammad SAW Di Indonesia
Secara khusus, Christian memetakan tiga tema besar masalah di dunia pendidikan Papua. Pertama, angka buta huruf masih ada. Kedua, penyediaan sarana dan prasarana yang kurang dan dialami hampir seluruh sekolah. Ketiga, soal literasi akibat rendahnya minat baca karena buku-buku yang ada tidak menarik bagi para siswa.
Christian menambahkan, di Papua baru berdiri 29 Taman Baca Masyarakat dan memiliki 108 pegiat literasi. Mayoritas berada di kota kota besar. "Permasalahan lainnya banyak dijumpai penampilan pustakawan yang kurang menarik. Maka itu, konsep pelayanan dan melayani harus diubah," ucapnya, di tempat yang sama.
Baca juga : Kemampuan Literasi Penting Untuk Bekal Hadapi Persaingan Global
Masih di tempat yang sama, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan, permasalahan yang terjadi di Papua hanya soal perilaku dan budaya. Karena kurangnya kegemaran membaca, maka sulit meraih kualitas literasi yang diharapkan. Jika literasi rendah, sulit juga masyarakat akan berdikari.
"Tidak ada salahnya mengambil hal positif dari negara Jepang. Di sana masyarakat yang berpengetahuan lebih dihargai. SDM fundamental bagi pembangunan Papua dan Merauke. Maka, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas SDM-nya," ujar Syarif Bando. Oleh karena itu, untuk mengatasi kurangnya minat baca masyarakat, perpustakaan bisa mengambil kebijakan dengan memperbanyak koleksi lokal (local content). [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya