Dewan Pers

Dark/Light Mode

PMI Siagakan Personel Dan Peralatan Bantu Evakuasi Sriwijaya Air

Sabtu, 9 Januari 2021 19:25 WIB
Warga dan petugas dikabarkan menemukan serpihan berupa kabel diduga bagian dari pesawat Sriwijaya SJ 182, di perairan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1). (Foto: Ist)
Warga dan petugas dikabarkan menemukan serpihan berupa kabel diduga bagian dari pesawat Sriwijaya SJ 182, di perairan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Palang Merah Indonesia (PMI) menyiagakan personel maupun peralatan pendukung untuk membantu proses evakuasi jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Seperti diketahui, SJ 182 hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40.

"Personel yang dilibatkan dari PMI seluruh DKI Jakarta, markas pusat, PMI Jabodetabek. Semua kita siap siagakan," kata Sekjen PMI Sudirman Said dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/1).

Berita Terkait : Digarap Lima Perusahaan, Bulan Depan Target Produksi Lima Ribu GeNose

Pihaknya menyiapkan ambulans beserta personel. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan membenarkan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJY 182 hilang kontak pada pukul 14.40 WIB. Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Berita Terkait : Jelang Libur Tahun Baru, Pertamina Jamin Pasokan LPG Aman

Berdasarkan informasi awal, jumlah penumpang 56 orang 46 dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Berdasar keterangan warga bersama aparat wilayah di Pulau Pari, tidak jauh dari Pulau Lancang, menemukan serpihan-serpihan barang termasuk kabel di perairan.

Pencarian tengah dilakukan oleh aparat wilayah dibantu warga dan nelayan. Terdapat empat kapal yang masih mencari di sejumlah titik di antara Pulau Lancang, Pulau Laki, dan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. [FAQ]