Dark/Light Mode

Dari 188, Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 126 Kantong Jenazah

Minggu, 17 Januari 2021 13:36 WIB
Anggota TNI melakukan evakuasi temuan puing, barang dan korban pada hari ke 4 jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 dari perairan Kepulauan Seribu di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021). (Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)
Anggota TNI melakukan evakuasi temuan puing, barang dan korban pada hari ke 4 jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 dari perairan Kepulauan Seribu di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021). (Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga Minggu (17/1), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 188 kantong jenazah korban musibah Sriwijaya Air SJ-182. Dari 188 sebanyak162 kantong jenazah yang sudah diindentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri.

Komandan DVI Polri Kombes Pol Hery Wijatmoko mengatakan pihaknya masih terus memeriksa 26 kantong jenazah lainnya.

Berita Terkait : Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ182, Tim Temukan 13 Kantong Jenazah

"26 kantong jenazah lainnya masih dilakukan pemeriksaan oleh Tim DVI Polri. Pagi ini kami melaksanakan pemeriksaan empat meja dengan empat tim lengkap termasuk dengan Inafis," kata Hery dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri Kramat jati, Jakarta Timur, Minggu pagi.

Tim DVI Polri dikatakan Hery juga telah menerima 351 sampel informasi genetik atau DNA dari keluarga maupun jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, terdiri atas 208 sampel post mortem dan 143 sampel ante mortem.

Berita Terkait : Kunjungi RS Polri, Menhub Apresiasi Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Hery mengatakan pihaknya terus mengumpulkan beberapa sampel ante mortem untuk keperluan proses identifikasi. "Jadi ada beberapa sampel ante mortem yang sedang kami kejar, kami kumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, salah satunya adalah sampel yang dari Jawa tengah, karena untuk pemeriksaan DNA itu kalau jenis kelaminnya sama kami harus melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam untuk menentukan si A si B," ujar Hery.

Diketahui, hingga Minggu pagi jumlah korban yang telah teridentifikasi, baik melalui pencocokan sidik jari maupun sampel DNA, sebanyak 24 orang. [IPL]