Dark/Light Mode

Digoyang Imin, Nadiem Gawat

Senin, 18 Januari 2021 07:20 WIB
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: Twitter)
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - Posisi Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kembali digoyang. Kali ini yang menggoyang adalah Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin. Kalau yang goyang Cak Imin, posisi Nadiem bisa gawat nih.

Goyangan Cak Imin ini disampaikan saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) 15 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB secara virtual, kemarin. Dalam sambutannya itu, tiba-tiba Cak Imin menyoroti kinerja Nadiem.

Menurut Wakil Ketua DPR ini, mantan Bos GoJek itu, gagal menjalankan tugasnya sebagai Mendikbud. “Sampai hari ini, tidak ada tanda-tanda hal yang bisa diharapkan dari Menteri Pendidikan kita,” kata Cak Imin.

Baca Juga : Lutfi Sudah Siapkan Rompi Anti Peluru...

Setelah lebih setahun menjabat, Nadiem dianggap tidak membawa perubahan sama sekali. Justru dunia pendidikan, kata Cak Imin, makin mengalami krisis nasional. Pertama, lumpuhnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, lumpuhnya masa depan sumber daya manusia dan masa depan nasib generasi penerus bangsa. “Banyak stagnasi terjadi. Kurikulum kita banyak yang terlambat, butuh penanganan,” ungkap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Selain meminta Nadiem dicopot, Cak Imin tak sungkan menyodorkan calon Mendikbud yang tepat. Siapa? “Saya mengusulkan Menteri Pendidikan segera diganti dengan Syaiful Huda dari Ketua Komisi X. Supaya ada penanganan yang cepat dari stagnasi pendidikan nasional kita,” sebutnya.

Apa tanggapan Nadiem? Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Hendarman enggan mengomentari ‘serangan’ Cak Imin terhadap bosnya. Saat ini, Kemendikbud tengah fokus mengatasi pendidikan di daerah bencana.

Baca Juga : Prabowo Digebuk Nyalla

“Kemendikbud prioritas terhadap sekolah-sekolah yang rusak di Sulbar akibat gempa dan juga banjir di Kalimantan Selatan,” singkatnya saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Koordinator Perhimpunan Pendidikan Guru (P2G) Indonesia, Satriawan Salim punya penilaian berbeda terhadap Nadiem. Penilaian itu berdasarkan 15 kebijakan yang dibuat Nadiem. “Dari 15 penilain itu, kami memberikan rata-rata nilai secara total 75,2 skala 0-100,” tuturnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Artinya, kinerja Nadiem sepanjang tahun 2020 tidak terlalu buruk dan juga tidak terlalu bagus. “Pas-pasan. Memang ada yang kami kasih nilai 100. Seperti penghapusan Ujian Nasional,” pungkas Satriawan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Baca Juga : BNPB Serahkan Bantuan DSP Senilai Rp 3,5 M Untuk Penanganan Banjir Kalsel

Untuk itu, dia memberi kesempatan Nadiem untuk memperbaiki kinerjanya. “Masih ada waktu buat Mas Menteri meningkatkan kinerjanya sehingga berbagai macam pendidikan betul-betul dirasakan,” harapnya.

Di dunia maya, serangan Cak Imin mengundang reaksi dari warganet. Akun @wrahardian2 misalnya. Ia menyoroti rusaknya kurikulum sekolah Nadiem jadi menteri. “Copot aja.. Sebelum kurikulum sekolah dan SOP penerimaan siswa baru/mahasiswa baru yang sudah bagus diobrak-abrik,” kesalnya. “Hasilnya elum beliatan dari bos ojol ini,” dukung @Muhamaddjafar1.

“Nadiem pengusaha jadi memang nggak cocok Mendiknas. Tapi kalau gantinya dari PKB, nambah ambyar lah,” sentil @HeriawanAdiwan2. “Saya mulai terheran-heran dengan partai yang satu ini,” sahut @iwan_bundo. [UMM/SAR]