Dark/Light Mode

Strategi Di Hulu Tentukan Pengendalian Virus Corona

Minggu, 24 Januari 2021 08:39 WIB
Ketua Umum IDI Daeng Mohammad Faqih (tengah). (Foto: Setpres)
Ketua Umum IDI Daeng Mohammad Faqih (tengah). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut, strategi penanganan di hulu akan menentukan pengendalian pandemi Covid-19 di Tanah Air. Masyarakat punya peran paling penting di sini. Mari kita ambil bagian dalam mensukseskannya. 

Bagian hulu adalah penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) serta vaksinasi. Sementara bagian hilirnya adalah 3T (testing, tracing, treatment). “Bila persoalan di hulu tidak diselesaikan atau diperhatikan dengan baik, maka selamanya masalah di hilir akan terus terjadi. Ini tak mudah memang,” tutur Ketua Umum IDI Daeng Mohammad Faqih

Berita Terkait : Makan Bersama Bawa Malapetaka

Daeng menyesalkan, di beberapa daerah, penerapan protokol kesehatan masih sangat berat. Kendalanya, ada pada perbedaan budaya dan psikologi masyarakat. “Jadi protokol kesehatan ini PR (pekerjaan rumah) besar bagi kita semua,” imbuhnya. 

Daeng menyarankan, agar ditambahkan aspek lain selain perubahan perilaku dalam protokol kesehatan. Yakni, menjaga daya tahan tubuh dan memodifikasi lingkungan sekitar. “Sepertinya ini perlu masuk ke protokol kesehatan yang selama ini digaungkan secara nasional,” saran Daeng. 

Berita Terkait : 132 Ribu Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin

Di hilir, mereka yang terinfeksi Covid-19 harus segera ditemukan. Kemudian, diisolasi dan diobati sampai sembuh. Untuk aspek ini, Daeng mengingatkan fasilitas layanan kesehatan, harus tersedia. “Karena ada beragam kabar, ada masyarakat yang belum tertangani dan meninggal,” beber Daeng. 

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito juga mengakui, upaya meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan belum tampak signifikan hasilnya. Kepatuhan protokol kesehatan minggu lalu, memang cenderung meningkat dibandingkan dua minggu sebelumnya. 

Berita Terkait : Kembali Merata, 108 Kabupaten Dan Kota Zona Merah Covid-19

Pemakaian masker meningkat dari 50,27 persen menjadi 62,46 persen, atau naik sebesar 12,9 persen. Sementara menjaga jarak, naik dari 35,98 persen menjadi 53,09 persen, atau naik 17,9 persen. Namun, kenaikan rata-rata tersebut belum bisa menyerupai tingginya kepatuhan di awal upaya monitoring di bulan September dan Oktober. Pada kedua bulan itu, tingkat kepatuhan memakai masker mencapai angka 84,77 persen. Sementara menjaga jarak, 69,04 persen. [DIR]