Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Copot Moeldoko Saja Tak Cukup
Pengamat: Selamatkan Demokrasi, Presiden Harus Turun Gunung
Senin, 8 Maret 2021 14:15 WIB
Sebelumnya
Pangi menilai, politik belah bambu yang menyasar partai oposisi adalah cara berpolitik yang tidak etis. Apalagi, komposisi koalisi pemerintahan hari ini sudah terlalu gemuk. Total 6 dari 9 partai di parlemen dengan 75 persen kursi, sudah menjadi bagian dari koalisi pemerintahan.
Dengan memecah belah partai oposisi, lalu menenteng menjadi bagian dari partai koalisi pemerintah, Pangi meyakini DPR akan kembali ke masa suram. Menjadi "stempel" bagi kekuasaan, menjadi lembaga yes man (executive heavy).
Baca juga : Moeldoko Bikin Kisruh Demokrat, Jokowi Diminta Turun Gunung
Pangi juga berpendapat, pengambilalihan paksa Partai Demokrat yang dilakukan Moeldoko demi memenuhi ambisinya: maju sebagai Capres Moeldoko 2024 adalah tindakan kebodohan dan bunuh diri.
Sama saja dengan mematahkan kunci memenangkan hati rakyat. Nama besar jenderal bintang 4 dalam sejarah Indonesia pun rusak.
Baca juga : Hasnaeni : Nasib KLB Demokrat Di Tangan Yasonna
"Jangankan maju jadi Capres. Partai Demokrat akan tumbang, bersamaan dengan citra pemimpinnya yang telanjur negatif di mata publik," jelas Pangi.
"Jadi Capres itu mimpi. Kehancuran Demokrat di bawah kepemimpinan Moeldoko sudah di depan mata," pungkasnya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya