Dark/Light Mode

Copot Moeldoko Saja Tak Cukup

Pengamat: Selamatkan Demokrasi, Presiden Harus Turun Gunung

Senin, 8 Maret 2021 14:15 WIB
Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago (Foto: Istimewa)
Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seruan pencopotan Moeldoko dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), pasca terpilihnya jenderal bintang empat itu sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (6/3) setelah berbagai kehebohan publik, terus berkumandang.

Namun, Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, pencopotan tersebut masih belum dapat menyelamatkan wajah pemerintah.

Baca juga : Moeldoko Bikin Kisruh Demokrat, Jokowi Diminta Turun Gunung

Menurutnya, Presiden Jokowi harus mampu meyakinkan publik, bahwa tidak ada dualisme kepengurusan dan kepemimpinan di Partai Demokrat.

"Pencopotan Moeldoko dari posisinya sebagai KSP, memang harus dilakukan. Sebagai inner circle istana, Moeldoko telah mencoreng wajah Presiden. Menjadi beban istana. Tapi, itu saja tidak cukup," papar Pangi dalam keterangannya, Senin (8/3).

Baca juga : Hasnaeni : Nasib KLB Demokrat Di Tangan Yasonna

"Pemerintah harus bisa meyakinkan, tidak ada dualisme kepengurusan dan kepemimpinan, AHY ketua umum sah, dengan menolak memberikan legitimasi. Menolak mengesahkan KLB ilegal, karena tak ikut aturan AD/ART partai yang sudah didaftarkan pada lembar dokumen negara tahun 2020," tandasnya.

Pangi mengingatkan, jika Presiden tidak melakukan langkah apa pun, tidak bunyi, maka itu dapat mengkonfirmasi keterlibatan Istana.

Baca juga : Bogor Berani Terapkan Ganjil Genap, Pengamat: Kalau Berhasil, Daerah Lain Bisa Contoh

"Campur tangan semacam ini adalah ancaman serius. Bukan hanya bagi partai Demokrat. Lebih dari itu, dapat menjadi lonceng kematian bagi demokrasi kita," jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.