Dark/Light Mode

Sekolah Tatap Muka Dibuka

Ajari Anak-anak Disiplin Prokes Dari Sekarang Ya

Senin, 5 April 2021 05:30 WIB
Uji coba sekolah tatap muka di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: AP).
Uji coba sekolah tatap muka di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: AP).

RM.id  Rakyat Merdeka - Seluruh satuan pendidikan atau sekolah diperbolehkan membuka pem­belajaran tatap muka (PTM) secara ter­batas. Boleh dari sekarang atau tahun ajaran baru Juli 2021.

Ketentuan penyelenggaraan sekolah tatap muka tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri. SKB besisi tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, pembelajaran tatap muka secara terbatas tidak harus menunggu tahun ajaran baru pada Juli 2021. Asalkan, tenaga pendidik di sekolah sudah disuntik vaksinasi Covid-19.

Baca juga : Inilah 4 Merek Vaksin Untuk Vaksinasi Gotong Royong

“PTM terbatas diterapkan mulai sekarang. Targetnya semua sekolah sudah tatap muka di bulan Juli 2021,” ujar Nadiem, dalam Dialog Produktif Kabar Kamis “Persiapan Pembelajaran Tatap Muka” Kamis (1/4).

Pemerintah, lanjutnya, juga melaku­kan akselerasi dengan vaksinasi guru dan tenaga kependidikan. Juga, fleksibilitas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Prioritas dana BOS digunakan untuk melak­sanakan PTM terbatas. “Orang tua bebas memilih, anaknya mau ikut PTM terbatas atau tidak. Itu adalah hak masing-masing orang tua,” tandas Mas Menteri.

Nadiem menjelaskan, pembelajaran tatap muka secara terbatas diperbolehkan dengan syarat. Yaitu, jumlah siswa 50 persen dari to­tal kapasitas, memiliki sistem rotasi dan tetap membuka opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta seluruh guru dan tenaga kependidikan sudah disuntik vaksin Covid-19.

Baca juga : Penumpang Angkutan Umum Masih Dibatasi

“Entah itu nanti dilakukan PTM dua kali dalam seminggu, tiga kali dalam seminggu dengan sistem rotasi, silakan,” katanya

Nadiem menegaskan, jika terdapat penularan Covid-19, maka sekolah tersebut harus ditutup se­mentara. Begitu juga dengan daerah yang sedang PPKM skala mikro, pembelajaran tatap mukanya diberhentikan sementara. “Jadi ini poin sangat penting,” tandasnya.

Rencana PTM disambut pro dan kontra war­ganet. Netizen yang setuju menyebut banyak orang tua kewalahan menghadapi tugas sekolah anaknya. Sementara yang menolak, khawatir anak-anak membawa virus Corona ke rumah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.