Dark/Light Mode

Pastikan Vaksin Merah Putih Bisa Diproduksi Massal Di Awal 2022, Kepala BPOM Tinjau Bio Farma

Jumat, 16 April 2021 19:32 WIB
Kepala BPOM Penny K Lukito bersama Dirut Bio Farma Honesti Basyir dalam konferensi virtual terkait vaksin Merah Putih, Jumat (16/4). (Sumber: YouTube)
Kepala BPOM Penny K Lukito bersama Dirut Bio Farma Honesti Basyir dalam konferensi virtual terkait vaksin Merah Putih, Jumat (16/4). (Sumber: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito meninjau kesiapan PT Bio Farma, untuk memastikan dan mengakselerasi pengembangan Vaksin Covid-19 Merah Putih, hingga bisa segera diproduksi massal dengan kualitas dan mutu yang terjamin.

Vaksin Merah Putih telah menjadi salah satu bagian dari pengembangan vaksin, yang bakal dipercepat sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020.

Berita Terkait : Mantap, Awal Tahun Depan, Vaksin Merah Putih Sudah Bisa Diproduksi Massal

"Kedatangan kami ke sini adalah untuk melihat progress dari pengembangan vaksin di awal sebelum masuk ke dalam tahapan hilirisasi. Nantinya, BPOM akan mendampingi bentuk uji klinis dengan manusia," kata Penny di Bio Farma, Kota Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir Antara, Jumat (16/4).

Pendampingan itu juga ditujukan untuk memastikan tahapan pengembangan, hingga uji klinis dinyatakan sesuai standar. Agar terhindar dari risiko kegagalan pada saat uji klinis terhadap manusia.

Berita Terkait : Ical Cs, Dengerin Kata BPOM Ya..!

"Karena menyangkut jiwa manusia, kita perlu menjaga aspek pengembangannya berdasarkan standar internasional dan standar yang berlaku di Indonesia," terang Penny.

BPOM juga mendampingi proses lainnya, untuk mendorong para pengembang agar menciptakan vaksin yang berkualitas.

Baca Juga : Yusuf Mansur Sampai Armand Maulana Isi Cahaya Ramadan iNews

"Tidak hanya melindungi para subjek yang akan terlibat dalam uji klinis, tetapi juga mendapatkan produk vaksin yang bermutu dan berdaya saing dan memenuhi aspek keamanan mutu. Serta efektivitas khasiat dari vaksin tersebut," papar Penny.
 Selanjutnya