Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan dari hasil pemodelan arus laut, ada kemungkinan kapal selam KRI Nanggala-402 terbawa arus ke timur, ke perairan lebih dalam.
"Melihat dari hasil pemodelan BPPT itu agak ketarik ke arah timur," ujar Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Djoko Nugroho," Jumat (23/4).
Diungkapkannya, hasil pemodelan itu menyertakan berbagai aspek, termasuk jika kapal selam mengalami mati mesin.
Baca juga : Pencarian KRI Nenggala-402 Kini Fokus Ke Perairan Dekat Celukan Bawang
Jika tidak ada tenaga di kapal selam, maka dia terombang-ambing mengikuti arus. "Dia mati nih di lokasi hilangnya kontak, dia terombang-ambing di lokasi, nah itu akan terbawanya ke arah timur," imbuhnya.
KRI Nanggala-402 memiliki daya jelajah untuk kedalaman laut sekitar 250–500 meter. "Tapi kalaupun sampai 500 meter itu juga tidak bisa terlalu lama menurut saya karena di situ tekanan itu sudah bisa mempengaruhi kondisi dari badan kapal selam itu sendiri," jelas Djoko.
BPPT membantu pencarian pencarian kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 dengan meminjamkan alat magnetometer di KN SAR Arjuna milik Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas).
Baca juga : Airlangga Terus Jaga Kesimbangan Pengendalian Pandemi Dan Pemulihan Ekonomi
Alat itu, bisa mendeteksi anomali intensitas magnetik dalam proses pencarian kapal selam di perairan laut. Satu tenaga ahli BPPT berada di kapal untuk mengoperasikan alat magnetometer.
Djoko menuturkan jika ditemukan anomali magnetik maka harus segera langsung dilakukan pemindaian (scan) dengan menggunakan alat pemancar sonar Multibeam Echosounder (MBES).
"Scan dengan peralatan Multibeam Echosounder dengan tingkat akurasi tinggi seperti yang ada di KR Baruna Jaya dan Side Scan Sonar ini akan memperkuat pencarian," tandasnya.
Baca juga : Cari KRI Nanggala-402, TNI Kerahkan 21 KRI
Kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 hilang kontak sejak Rabu (21/4) di perairan laut bagian utara Provinsi Bali. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya