Dark/Light Mode

Kasus Pemakaian Alat Rapid Test Antigen Bekas, IDI: Pelanggaran Berat!

Rabu, 28 April 2021 23:46 WIB
Pelayanan rapid test di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. (Foto: Ist)
Pelayanan rapid test di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengaku terkejut dengan terungkapnya penggunaan alat rapid test antigen bekas yang dilakukan petugas PT Kimia Farma Diagnostik di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Dia menyebut, perbuatan itu merupakan pelanggaran berat.

"Mengagetkan apa yang dilakukan oknum petugas Kimia Farma. Mereka diduga mengambil sampel dengan alat bekas yang dicuci. Tega sekali. Hal itu kan memberi rasa aman yang salah jika hasilnya negatif," tulis Zubairi di media sosial miliknya, Rabu (28/4)."Ini pelanggaran yang amat berat. Apalagi itu dikerjakan oleh tenaga kesehatan," imbuhnya.

Berita Terkait : Petugas Bandara Pakai Alat Tes Covid-19 Bekas, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Minta Maaf

Praktik pemakaian alat rapid tes antigen bekas itu terbongkar ketika Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) menggerebek tempat pelayanan rapid test antigen di Lantai Mezzanine Bandara Kualanamu (KNIA) Deliserdang, Selasa (27/4).

Petugas menahan lima petugas uji cepat antigen yang merupakan karyawan PT Kimia Farma Diagnostik. Saat diinterogasi, petugas Kimia Farma Diagnostik mengakui, alat yang digunakan untuk mengambil sampel adalah barang bekas.

Berita Terkait : Kimia Farma Diagnostik Pastikan Tindak Tegas Petugasnya

Mereka biasanya mencuci alat yang sudah dipakai dengan air. Setelah itu, alat bekas tadi dimasukkan kembali ke tempat yang baru. Polisi pun telah mengamankan ratusan alat rapid test bekas yang siap digunakan kembali. [OKT]