Dark/Light Mode

Jelang Lebaran

Sembako Naik, Kebiasaan Deh

Senin, 10 Mei 2021 07:45 WIB
Pembeli membeli daging sapi di Pasar Mayestik, Jakarta, Minggu (9/5/2021). Sejumlah harga komoditas pangan seperti cabai dan daging sapi mengalami kenaikan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
Pembeli membeli daging sapi di Pasar Mayestik, Jakarta, Minggu (9/5/2021). Sejumlah harga komoditas pangan seperti cabai dan daging sapi mengalami kenaikan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tiga hari lagi, umat Islam di seluruh dunia, Insya Allah akan bergembira merayakan Idul Fitri. Namun, di Indonesia, di saat akan menyambut kegembiraan ini, selalu muncul kebiasaan yang bikin sebel. Apa itu? Harga sembako pada naik.

Di banding tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga sembako jelang Lebaran tahun ini, memang tidak terlalu drastis. Naiknya dikit, masih di bawah 2 persen dari harga sebelumnya. Namun, untuk daging sapi, kenaikannya cukup memberatkan warga di tengah ekonomi yang memang sedang berat.

Menurut Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) Abdullah Mansuri, hingga kemarin, harga daging sapi sudah menyentuh Rp 140 per kg. Bahkan, di sejumlah daerah, ada yang sudah menembus kisaran Rp 150 ribu.

Berita Terkait : Pengamat Sepak Bola Nasional: Kompetisi Adalah Promosi Dan Degradasi 

Selain daging sapi, harga daging ayam juga masih meroket. Harga ayam di tingkat pedagang masih di kisaran Rp 40.000 sampai Rp 41.000 per ekor. Sedangkan harga cabe rawit merah masih di kisaran harga Rp 70.000.

Namun, menurut data yang disampaikan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag), sedikit berbeda. Harga sejumlah kebutuhan pokok hanya naik tipis. Misalnya, daging sapi naik 0,24 persen menjadi Rp 126.300 per kg. Daging ayam ras juga naik 0,24 persen jadi Rp 36.500 per kg. Cabe merah besar naik 0,26 persen menjadi Rp 38.300 per kg, dan cabe merah keriting yang naik 1,62 persen menjadi Rp 37 ribu per kg.

Hal ini dibenarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Menurutnya, kenaikan sejumlah kebutuhan pokok itu masih wajar. Masih di bawah 2 persen. Penyebabnya, tak lain adalah siklus jelang Lebaran.

Berita Terkait : Kado Lebaran, 14.906 Napi Di Rutan Sumut Dapat Remisi Khusus

“Ini karena pergerakan manusia terbatas, tidak boleh mudik. Di penghujung Ramadan ini daya beli juga membaik, karena ada THR,” terang Lutfi saat dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam.

Meski begitu, Mendag tetap memposisikan dirinya sebagai wasit. Artinya, harus berlaku adil. Sehingga toleransi yang diberikan hingga 10 persen. “Karena pedagang dan petani mau punya THR. Karena permintaan naik, ongkos juga naik. Si penjual juga pasti ngasih THR ke orang-orang,” katanya.

Soal daging, Lutfi memastikan harganya akan stabil. Sebab pemerintah melalui PT Berdikari sudah memasok sapi ke Jabodetabek hingga 2 ribu ekor. Dengan begitu, pasokannya dirasa cukup hingga Lebaran. Positifnya lagi, selama Ramadan ini, pemerintah hampir tidak pernah melakukan operasi pasar, karena harga relatif stabil.

Berita Terkait : Jelang Lebaran, Satgas Investasi Bekukan 86 Pinjaman Online Ilegal

“Ramadan ini, kami jaga harga dengan baik, karena stok cukup. Jadi harga juga bisa terjangkau, orang juga bisa beli. Dan mudah-mudahan, tren yang baik ini ke depan biar bisa tetap stabil,” imbuh eks duta besar RI untuk Amerika Serikat ini.
 Selanjutnya