Dark/Light Mode

Disiplin Dan Waspada Hadapi Pandemi Covid, Ciri Orang Bertakwa

Selasa, 11 Mei 2021 10:21 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir  (Foto: PP Muhammadiyah)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto: PP Muhammadiyah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap, ketakwaan umat yang banyak dipupuk di bulan Ramadan, bisa terlihat pada sikap disiplin dan waspada terhadap pandemi Covid-19 yang belum juga usai.

“Hanya dengan ini, kita bisa menghadapi pandemi. Kita berharap, ke depannya akan semakin baik. Sehingga, kita bisa terbebas dari pandemi yang sangat dahsyat ini. Sikap waspada, sikap seksama, disiplin dan mengikuti protokol kesehatan itu adalah wujud dari aktualisasi takwa sebenarnya,” kata Haedar, Senin (10/5).

Berita Terkait : Nih, Tips Belanja Aman Dari Covid

Menurutnya, disiplin dan waspada bukanlah sikap paranoid. Terlebih, jumlah kasus kematian global akibat Covid telah mencapai lebih dari 3 juta orang. Karena itu, terlalu naif jika Covid dianggap sebagai fenomena belaka.

“Kalau kita terjemahkan wiqayah, takwa adalah sikap hidup yang penuh keseksamaan secara lahir batin, rasional, rohani, dan perasaan. Sehingga, melahirkan sikap teguh kita sebagai insan-insan yang selalu cermat, cerdas, berdasar ilmu dan juga mementingkan kemaslahatan sekaligus mencegah kemudaratan,” jelas Haedar.

Berita Terkait : Telanjur Mudik, Gimana Caranya Minimalkan Risiko Covid?

Sikap waspada dan taat protokel kesehatan, lanjutnya, juga merupakan bentuk kepedulian terhadap mereka yang terpuruk secara ekonomi karena pandemi. Ini penting, agar pandemi ini cepat berlalu dan tidak berlarut-larut.

“Jadi dalam konteks ini, kita tak boleh menghadapi pandemi dengan sikap abai atau ceroboh. Termasuk, dalam konteks mudik. Kita harus punya kesadaran kolektif. Termasuk, ketika pemerintah meminta kita, agar bersabar untuk tidak mudik. Demi kepentingan kita dan masyarakat luas,” terang Haedar.

Berita Terkait : Indonesia Masuki Fase Rawan Ledakan Covid-19

“Tentu, PP Muhammadiyah juga berharap pemerintah konsisten. Kebijakan melarang mudik harus disertai dengan pengendalian kegiatan-kegiatan publik, yang memancing atau memberi potensi bagi kerumunan masa. Harus ada pendekatan dan langkah yang menyeluruh atau simultan terkait tempat wisata, ruang-ruang publik, dan sebagainya. Kalau mudik saja yang dibatasi, tapi yang lainnya tidak, tentu akan menimbulkan masalah,” pungkasnya. [SAR]