Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Hidup berdemokrasi dan berpolitik butuh adab. Nilai Pancasila harus dipegang untuk mencegah perpecahan bangsa.
Hal ini mengemuka dalam kongres pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR Indonesia) dan launching Akademi Ekonomi dan Politik Indonesia dengan tema "Kebangkitan Generasi Muda Menuju Transformasi Indonesia" di Kelapa Gading, Jakarta, pada Sabtu (22/5).
Ketua GEMPAR Indonesia, Yohannes Harry Douglas Sirait menyatakan, pihaknya sebagai generasi muda harus beraksi sesuai lambang organisasi, yakni burung Rajawali.
"Transformasi indonesia menjadi negara maju akan terjadi jika generasi muda mau bergerak. GEMPAR hadir sebagai komunitas yang berusaha mentransformasi Indonesia menjadi negara yang lebih baik," serunya. Yohannes yakin Pancasila adalah identitas aktual Indonesia yang tak pernah kadaluarsa.
Baca juga : Nelayan Indonesia Pulang Diantar Kapal Perang Australia
Sementara itu, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan keberagaman di Indonesia adalah warisan terbaik bangsa.
"Keberagaman itu modal, sekaligus warisan terbaik bangsa Indonesia yang harus dijaga. Konflik merupakan kenyataan dari perbedaan, namun perlu ditekan karena bermuara pada kekerasan dan itu bertentangan dengan tujuan agama," ujarnya.
Zainut menegaskan, moderasi beragama adalah jalan tengah bagi bangsa Indonesia agar tetap damai dan harmonis.
“Pancasila merupakan pemersatu bangsa. Nilai nilai luhur Pancasila dilaksanakan hingga moderasi kehidupan beragama bisa terlaksana," tandasnya.
Baca juga : Inilah 10 Juara Lomba Penulisan Artikel EBT IYSRE-Rakyat Merdeka
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo menilai, semangat kebangsaan dalam era digital mendapat banyak tantangan. Ada perebutan ruang publik digital, pemutar-balikan fakta menjadi perilaku umum.
"Dengan nilai nilai Pancasila, maka demokrasi akan menjunjung martabat manusia. Demokrasi kita adalah yang memperhatikan keutamaan kemanusiaan, bukan sekedar dominasi," terang Benny.
Menurut dia, fondasi Indonesia goyah karena pasca reformasi pendidikan Pancasila. Padahal anak-anak muda perlu sadar dan membenahi proses demokrasi khususnya narasi di ruang publik.
Secara khusus, lanjut Benny, generasi muda harus jadi agen pemutus hoaks, ajakan kebencian, dan narasi provokatif.
Baca juga : Ikanu Nilai Pembatasan Kuota Studi Mesir Tepat
"Posisi penting Pancasila adalah ketika kita melaksanakan dan menjadikannya dasar hidup berbangsa. Tercermin dalam politik, ekonomi, dan budaya hingga Indonesia bisa menjadi taman sari dunia. Contoh nyata bagaimana hidup harmonis dalam perbedaan," tuntasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya