Dark/Light Mode

Kapolri Intruksikan Polda Kawal Pemulihan Ekonomi Nasional

Selasa, 1 Juni 2021 17:54 WIB
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Ist)
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh kepala kepolisian daerah (kapolda) untuk memaksimalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dan mengawal pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Kita harus terus bergerak menghadapi situasi sulit pandemi ini. Garda terdepan yang diharapkan Pemerintah adalah TNI dan Polri," kata Jenderal Sigit dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa (1/6).

Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Jenderal Sigit memimpin video konferensi kepada seluruh kapolda. Jenderal Listyo mengecek langsung penanganan pandemi Covid-19 setelah Lebaran.

Berita Terkait : Hari Pancasila, Kapolri Ajak Rakyat Bersatu Lawan Covid-19

Para kapolda yang terpilih memaparkan hasil penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing, yakni Polda Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau (Kepri), dan Polda Metro Jaya.

Setiap kapolda memaparkan hasil penanganan Covid-19, termasuk jumlah yang terkonfirmasi positif, data kematian, jumlah pasien sembuh, kendala yang dihadapi termasuk sarana dan prasarana yang tersedia maupun yang dibutuhkan.

Dalam arahannya, Jenderal Sigit menekankan sejumlah hal di antaranya mewaspadai klaster baru Covid-19 usai Lebaran 2021. Dia mengimbau seluruh kepala satuan wilayah (kasatwil) peka dalam merespons situasi penyebaran Corona khususnya klaster baru.

Berita Terkait : Ketua DPR Minta APBN 2022 Fokus Untuk Pemulihan Ekonomi

"Waspadai lonjakan tinggi di Malaysia. Perkuat manajemen penanganan Covid-19 dengan ketat khususnya di perbatasan negara," pintanya.

Mantan Kabareskrim itu juga meminta jajarannya mengawal upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian, sekaligus mempercepat vaksinasi nasional dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penularan Corona.

"Pemulihan ekonomi nasional harus terus dikawal. Sehingga berangsur mengalami peningkatan," tandasnya. [FAQ]