Dewan Pers

Dark/Light Mode

Target Pertumbuhan Ekonomi Direvisi

Biang Keroknya, Varian Delta

Kamis, 8 Juli 2021 05:32 WIB
Menkeu Sri Mulyani (Foto : Dokumentasi Humas Setkab)
Menkeu Sri Mulyani (Foto : Dokumentasi Humas Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tak bisa membayangkan jika tahun ini Covid-19 di Indonesia makin melonjak. Terutama dengan munculnya banyak varian baru virus Corona.

Menurut Sri Mulyani, tahun lalu saat menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, pemerintah op­timistis tahun ini akan menjadi fase pemulihan perekonomian dari Covid-19. Sehingga pertum­buhan ekonomi dipatok cukup tinggi, kembali ke 5 persen.

Namun, dia tak menyangka bakal muncul varian baru Corona yang lebih ganas. Salah satunya, vairan Delta yang penularannya lebih cepat berkali-kali lipat dibandingkan virus Corona.

Berita Terkait : Ketua DPD Ajak Masyarakat Patuhi Aturan PPKM Darurat

Waktu APBN 2021 dibahas ta­hun lalu dengan DPR dan disetu­jui, situasi seperti adanya varian Delta belum terlihat. Bahkan, Oktober tahun lalu pihaknya melihat proyeksi PDB (Produk Domestik Bruto) di India bisa double digit tinggi, karena be­lum ada varian Delta.

“Delta terjadi di India Maret 2021 dan sekarang meluas ke 96 negara. Itu yang tidak terlihat pada saat kami membuat APBN 2021,” beber Sri Mulyani dalam webinar virtual, kemarin

Melonjaknya kasus Covid-19, ditambah pengetatan mobili­tas melalui kebijakan Pember­lakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pemerintah akhirnya merevisi pertumbuhan ekonomi sepan­jang 2021 menjadi 3,7 persen- 4,5 persen. Proyeksi ini turun dari semula yang berada di kisaran 4,3 persen-5,3 persen.

Berita Terkait : Sri Mulyani Mulai Realistis

Dengan kebijakan tersebut, APBNdiharuskan bekerja sangat fleksibel dan responsif, terutama untuk membantu masyarakat miskin di tengah PPKM Darurat. Misalnya, melanjutkan pemberian bantuan sosial bagi masyarakat hingga pelaku usaha yang terdampak pengetatan mobilitas.

Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengakui, laju per­tumbuhan ekonomi akan sangat dipengaruhi oleh skenario penerapan PPKM Darurat. Yak­ni, seberapa dalam mobilitas masyarakat harus ditekan untuk mengurangi penyebaran Corona, dan seberapa lama PPKM Daru­rat dilaksanakan.

Saat ini, pihaknya sudah memi­liki perhitungan dalam skenario moderat dan berat. Pada skenario moderat, jika kasus Covid-19 terkendali akhir Juli disertai dengan pelaksanaan PPKM Darurat, maka mobilitas masyarakat bisa mulai kembali normal secara bertahap awal Agustus.

Berita Terkait : Ada PPKM Darurat, Sri Mulyani Pesimis Pertumbuhan Ekonomi Capai Target

Seiring dengan pemulihan mobilitas masyakarat, maka aktivitas ekonomi akan pulih secara gradual mulai pertengahan Agustus. Dengan begitu, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV bisa di kisaran 5,4 persen-5,9 persen.
 Selanjutnya