Dark/Light Mode

Kasus Covid Meningkat, Target Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Sulit Tercapai

Rabu, 30 Juni 2021 20:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Target pertumbuhan ekonomi kuartal II diperkirakan akan sulit tercapai akibat adanya lonjakan kasus positif Covid-19.

Sebelum terjadi lonjakan kasus positif Covid-19, pemerintah sempat menargetkan angka 7,1 hingga 8,3 persen.

Berita Terkait : Kasus Covid-19 Melonjak, Balai Kota Bandung Lockdown

Pengetatan implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di beberapa wilayah di Jakarta yang sudah dimulai sejak 22 Juni hingga 5 Juli 2021 disebut akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kuartal II.  

“Kalau melihat dari pertumbuhan bidang usaha, masih sama trendnya dengan kuartal sebelumnya, teknologi informasi dan komunikasi serta pertanian, kehutanan dan perikanan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Sektor perdagangan besar dan ritel sempat membaik juga,” ungkap Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan.  

Berita Terkait : Kasus Covid Di DKI Melonjak, Perpustakaan Umum Ditutup Sementara

Pingkan melanjutkan, kinerja ekonomi sebetulnya sudah menunjukkan perbaikan di akhir tahun 2020.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2020 sebesar -2,19 persen (yoy), lebih baik dari capaian di kuartal III 2020 yang sebesar -3,49 persen (yoy).

Berita Terkait : Mentan Syahrul: Pengembangan Riset Pertanian Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Namun lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi sejak awal Juni dikhawatirkan akan menahan laju perbaikan pada perekonomian nasional.

Salah satu yang disebut Pingkan akan terdampak adalah sektor ritel dengan adanya aturan pengurangan kapasitas operasi restoran dan tempat-tempat makan.  
 Selanjutnya