Dark/Light Mode

Kabar Harian Corona

Senin: Terkendali Selasa: Babak Belur

Rabu, 14 Juli 2021 08:00 WIB
Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 secara virtual, Selasa (12/7/2021). (Foto: Humas Setkab/Agung)
Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 secara virtual, Selasa (12/7/2021). (Foto: Humas Setkab/Agung)

 Sebelumnya 
Apakah pandemi sudah terkendali? Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman menilai wajar Luhut ngomong terkendali. Soalnya, Luhut bukan ahli kesehatan.

Dicky menjelaskan, pandemi dikatakan terkendali jika test positivity rate tidak lebih dari 5 persen.

Baca juga : Yang Gratis Ada Yang Bayar Ada

Positivity rate adalah persentase jumlah kasus positif Corona dengan membandingkan jumlah tes dengan orang yang positif. Positivity rate dihitung dari kasus positif Corona dibagi jumlah orang yang diperiksa, kemudian dikali 100 persen.

Sementara, di Indonesia angkanya saat ini berada di angka 30 persen. Selain itu, angka infeksi Corona juga masih sangat tinggi. Kategori terkendali, angka infeksi harus 1 kasus per 1 juta penduduk atau bahkan 1 kasus per 10 juta penduduk. Di Indonesia 120 per 10 juta penduduk.

Baca juga : Dolar Masih Perkasa, Rupiah Makin Babak Belur

Kenapa belum terkendali? Menurut dia, PPKM Darurat hanya bagus di atas kertas. Tapi amburadul di lapangan. “Itu kelemahan kita selama ini. Kita bagus di kertas, buruk di implementasi,” kata Dicky, saat dikontak, tadi malam.

Dicky menyebut, selama PPKM Darurat, jumlah testing dan tracing juga masih jauh dari target. Menkes menargetkan tes Covid-19 selama PPKM Darurat mencapai 400 ribu per hari. Namun, kata Dicky, jumlah tes di Indonesia belum mencapai 200 per hari.

Baca juga : Dua Hari, Kasus Corona Jakarta Turun Di Bawah 10 Ribu

“Padahal testing dan tracing itu bicara strategi yang sangat fundamental. Itulah yang menyebabkan kita ini memburuk dengan kasus yang buruk dan kematian buruk. Jadi, yang bolong ini terutama harus diperbaiki,” ujarnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.